Label: resensi

Pesan Yang Tidak Pernah Habis

Lewat karya sastra, seseorang menjadikannya media untuk menyampaikan pesan yang tersirat. Melalui tokoh, penulis atau pengarang menciptakan peristiwa-peristiwa yang menarik dan melukiskan kehidupan-kehidupan yang...

Mengulas Novel Trauma Karya Boy Candra

Novel merupakan salah satu karya sastra yang paling populer bagi para pembaca pada umumnya. Selain dengan sajian bahasa yang ringan juga kisah pada novel...

Ketika Perempuan Menulis Perempuan – Resensi Buku

“ belajar memang sulit dan enggak semua bisa paham, tapi seenggaknya jangan pura-pura tuli dan sengaja menutup mata. “ Kalimat itu sepertinya mewakili para perempuan...

Kisah-kisah Jenaka Keturunan Arab Betawi yang Sarat Nasihat

Kedatangan bangsa Arab ke Indonesia diyakini terjadi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama pada abad ke-7, gelombang kedua terjadi pada abad ke-14—bersamaan dengan datangnya Wali...

Menyerap Sembilan Nilai Utama Gus Dur

Siapa yang tak kenal sosok KH Abdurrahman Wahid? Rasanya, hampir seluruh penduduk Indonesia pasti mengenalnya. Tentu bukan sekadar kenal belaka. Sebab, tak sedikit di...

Mengenal yang Spiritual tanpa Mengabaikan Akal

“Spiritualisme kritis adalah penghargaan pada yang spiritual tanpa mengkhianati nalar kritis.” Kalimat di atas seketika memberi jeda untuk membuka ruang dialog antara logika masa kini...

Resensi Buku Islam dalam Madilog

Saya ingin bercerita tentang buku yang menemani masa rehat jam mata kuliah beberap waktu lalu. Buku ini berjudul “Islam dalam Madilog”, ditulis oleh Tan Malaka....

Aktor Demokrasi dan Perlawanan Estafet Sebelum Reformasi

Saya sering mengidentifikasi kemalasan pada diri sendiri lewat selera dan durasi bacaan dalam waktu tertentu. Sepakbola biasanya adalah tema terakhir yang menyelematkan saya untuk...

Resensi Buku Feminist Edges Qur’an “Tepi Feminis Al-Qur’an”

Buku ini merupkan sebuah studi sekaligus kritik terhadap berbagai interpretasi feminis terhadap Al-Qur’an. Juga sebagai bahan menguji tantangan dinamisnya terhadap tradisi Islam dan pandangan...

Refleksi Pandemi bersama Lara Tawa Nusantara

Tak ada seorangpun bersedia dilahirkan di tengah kondisi ambyar dengan wabah pandemi yang menjangkit seisi bumi. Corona memaksa manusia meninggalkan kerumunan dan menyisakan kesepian...