Terselip Angan – Puisi

205
Angan
Photo by Rahul Bhosale on Unsplash

Remang-remang dalam kegelapan senja
Angin menari-nari di atas mega
Menembus dinding tak berdaya
Merangkai akan bayang-bayang semu
Bersatu dalam untaian nafasku

Dalam seiring waktu
Kucari setitik warna kehidupan
Tuk mengukir indahnya anugerah-Mu
Yang kusiapkan untuk kepulanganku

Biarpun ombak menghantam karang
Biarpun langit tak lagi bersinar
Aku . . .
Melebur diri kepangkuan-Mu
Bermuara dalam satu janji
Dengan mengharap satu mimpi      

Penulis: Anisa Abdillah Fauziyah