Tak Jua Beranjak

334
beranjak
Gambar oleh Lorraine Cormier dari Pixabay

Entah sudah berjuta kata
Beribu kalimat beratus paragraf
Tersusun mengabarkan kasih sayang-Nya
Tapi engkau tak jua beranjak

Entah sudah berkeping kaset
Beribu eposede berlayar-layar film
Diskenariokan untuk kelembutan dan damai-Nya
Tapi engkau juga tak bergeming

Keras kepala keras hatinya
Buta matanya tuli telinganya
Tertutup kabut-kabut nafsunya
Amarah di dada membahana

Ketika si ummi tebarkan makna
Ketika al-amin sadarkan manusia
Ketika ketakutan membubung bercerita
Hanya kejahilan berkelindan kemunafikan

Abu Lahab Abu Jahal memang telah tiada
Tapi sifat-sifatnya tak jua sirna
Abdullah Bin Saba’ Musailamah al-Kaddzab berabad tlah tinggalkan dunia
Tapi kini perangai dan tabiatnya terlihat nyata
Abdullah Ibnu Muljam juga telah mati
Tapi kini aroma dan spiritnya menghiasi beranda

Tak boleh pensiun suarakan kalam-Nya.
Tak boleh henti tebarkan risalahnya
Yang rahmatan lil ‘alamin
Yang ya’lu walaa yu’la ‘alaih

Kalam-kalam kedamaian
Fatwa-fatwa keterbukaan
Persaudaraan dan perbedaan

Terajut indah dalam sajadah panjang
Terikat kuat dalam kebhinekaan
Walau mereka tak jua beranjak
Walau mereka tak jua bergeming

Karya lain Tabularasa, baca Diriku yang Lain.

Pamulang, 29 September 2020
Penulis: Ruchman Basori