Di Ambang

182
Photo by Tania Malréchauffé on Unsplash
Rasaku di ambang

Lakuku terhalang
Ke utara terhempas
Ke selatan terlepas

Dimana pijakanku
Ruangku bak benalu
Menompang bertumpu
Tak kenal kata malu

Tak adakah rangkul rasa
Biarpun di tegur, aku tak apa
Berbagi beban pun merela
Daripada terus diam bersekat pura-pura

Banyak mimpi yg mencengkeram
Namun, dengan asaku yang terlihat legam
Mampukah aku terus menggenggam ?

Baca juga: Azizah Untukmu

Penulis: Rif’atul Maula
(Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)