Azizah Untukmu

121
azizah
Photo by Kusmayadi Sasmitha on Unsplash

Dua rembulan dua fitri
Satu perempuan dua laki laki
Ibuku terkadang perempuan
Sesekali lelaki, gagah sigap melindungi

Maafku mengalir sebelum lahir sampai aku pergi
Maafku tak menunggu fitri
Maafku tak terbatas Idhul-Idhul penanggalan
Maafku itu kamu anakku
Anak biologis
Anak historis
Anak amanah
Anak rizqi
Anak beranak, sampai terkabar
kampungmu kelak

Muhammadku
Abdulku
Abdul Muhammadku
Kapan kau sempurnakan jantanmu

Dimana Azizah
Azizah mana yang kau bawa kemari
Berkerudung, setengah kerudung
atau yang jualan kerudung itu
Bawalah kemari
Biar kuajari resep andalan opor ayam Kudusan

Atau aku pilihkan
Azizah untukmu ?

Aku tak bermaksud mengecilkan hati
Melainkan ikhtiar ilahiyah, agar kamu benar-benar lelaki
Aku tak bermaksud mendekte
Tapi tak kuat melihatmu sendiri

ini permintaan fitri
Untuk lelaki yang kucintai
Ini perjumpaan fitri
Untukmu anakku

Mumpung masih sehat akalku
Maka kupilihkan Azizah untukmu
Mumpung masih segar ingatanku
Agar aku tak lupa mendoakanmu
Mumpung masih kuat tubuhku
Biarkan mata ini bersaksi untukmu

Sambangilah Ia
Sampaikan salam Ibumu ini
Datangilah Ia
Pandangi Wajahnya, sebagaimana Aku Memandangimu

Azizahmu, Azizahku
Aku bersaksi sesungguhnya anaku adalah kamu
Aku bersaksi , Ingin menyaksikan Azizahmu

Ya Aziz, Ya Ghofar
Ya Aziz , Ya Ghofar
Mengalir sampai titik pengharapan

(Kalibata, 2013)

Baca juga: Sebabak Penantian

Penulis: Muhammad A Idris
(Santri Biasa)