Ayah – Puisi

299
Ayah
Photo by Jhonatan Saavedra Perales on Unsplash

Kau pegang erat jemariku
Menembus batas waktu
Tak pernah kau ucap keluh

Bismillah, niat ingsun pados nafkah kagem keluarga, lillah
Kata yang tak terdengar telinga
Namun mampu disimak mata hati kita
Lirih terucap dari bibirnya

Fajar sirna
Kau kayuh sepeda dengan senyum merekah
Satu per satu menjabat tangan legamnya
Menyentuh tanganmu dengan tunduk kepala
Sungkem, istilah jawa

Ayah
Sekuat tenaga kau berjuang untuk keluarga
Menembus terik yang tiada artinya
Memeluk lelah

Ayah
Persembahan demi persembahan
Kau hadirkan agar kami tumbuh besar
Harta tak mampu ganti pengorbanan
Biar kami, putra-putrimu menjadi jariyah
Yang tak akan usai mendekapmu kala tak lagi muda
Yang akan alirkan doa sepanjang masa

Karya Puisi lainnya, lihat Senja – Puisi.

Penulis: Ulfiana