Sya’ir Abdullah bin Rawahah RA Untuk Abu Sufyan

666
Sya'ir Abdullah bin Rawahah RA Untuk Abu Sufyan
kalam.sindonews.com

Sebagaimana yang diceritakan dalam sumber-sumber literatur yang ada, bangsa Arab sejak dahulu kala memiliki budaya literasi yang tinggi, terutama dalam bidang sya’ir. Bahkan pada masa awal Islam, para sahabat Nabi Muhammad Saw tak jarang menggunakan syair sebagai media berdakwah dalam menyebarkan ajaran Islam yang dibawa oleh baginda Rasulullah Saw.

Dan patut disadar bersama bahwa secara tidak langsung dari kisah para sahabat yang menggunakan sya’ir sebagai media dakwah merupakan bukti bahwa Islam sangat mencintai suatu tradisi kebudayaan yang sudah ada yang apabila itu merupakan sesuatu yang baik, dan ini tidak dilarang dan justru para sahabat tersebut oleh Rasulullah diberikan keutamaannya masing-masing.

Baca juga: Tarawih, Ibadah Penghapus Dosa Di Bulan Ramadhan

Sebagaimana yang dicontohkan oleh para wali terdahulu yang menyebarkan ajaran Islam di tanah Nusantara menggunakan suatu tradisi kebudayaan sebagai media dakwahnya. Salah satu penyair andalan Rasulullah yang karyanya masih bisa kita nikmati hingga saat ini adalah Abdullah bin Rawahah RA.

Biografi Abdullah bin Rawahah RA

Nama lengkap sahabat yang dikenal juga dengan Ibnu Rawahah ini adalah Abdullah bin Rawahah bin Tsa’labah bin Imru’ul Qays bin ‘Amru Ibnu Imruul Qays al- Qibasi al-Akbar bin Malik al-Aghra bin Tsa’labah bin Ka’ab bin Khazraj bin al-Harits bin Khazraj al-Anshari al-Khazraji. Abdullah bin Rawahah dijuluki Abu Muhammad, Abu Rawahah, dan Abu ‘Amru.

Abdullah bin Rawahah merupakan Abdullah bin Rawahah berasal dari Suku Arab dari Bani Khazraj. Beliau lahir dan menetap di Madinah (Yatsrib). Ibunya juga berasal dari Bani Al-Harits, dan dia bernama Kabsyah binti Waqid bin Amru bin Al-Ithnabah bin Amir bin Zaid Manah bin Malik al-Aghar.

Abdullah bin Rawahah adalah salah satu dari dua belas wakil Kaum Anshar yang bersumpah setia sebelum Hijrah, dan kemudian menyebarkan Islam ke Madinah. Beliau juga termasuk di antara 73 orang yang bersumpah setia kepada Rasulullah Saw dan para kaum muhajirin tiba pertama kali di Madinah pasca hijrah dari Mekkah.

Semasa hidupnya pasca memeluk agama Islam sebelum Bai’at Aqabah bersama kaumnya, beliau dikenal sebagai salah satu penyair andalan Rasulullah yang memiliki kemampuan khusus dalam mengolah kata-kata yang indah serta menjadi salah satu juru tulis Rasulullah. Beliau dikenal sebagai penyair perang yang handal dalam mematahkan argumen-argumen musuh Islam.

Abdullah bin Rawahah telah dikenal menjadi penyair yang hebat sejak pada masa jahiliyah hingga masa awal kedatangan Islam dan selalu mengikuti berbagai peperangan pada masa itu. Perang Mu’tah adalah perang terakhir yang diikutinya. Beliau meninggal dalam keadaan syahid setelah menunaikan tugasnya sebagai komandan ketiga pasukan Islam pada perang tersebut.

Syair Abdullah bin Rawahah untuk Abu Sufyan

Sebagai salah satu penyair kesayangan Rasulullah, Abdullah bin Rawahah banyak menciptakan syair-syair yang membela Rasulullah Saw berserta ajaran Islam. Syair-syair tersebut banyak mengkritik cacian-cacian yang dilontarkan oleh kaum kafir Quraisy dan musuh-musuh Rasulullah lain yang berusaha untuk melehamkan dakwah Islam pada masa itu.

Salah satu syair yang terkenal adalah syair yang beliau tujukan untuk Abu Sufyan yang pada waktu itu belum masuk Islam pada peristiwa perang Badar. Berikut adalah isi syair tersebut berserta artinya:

وعُدْنا أبا سُفْيان بدرًا فَلَمْ نَجِدْ #  لِمِيْعَادِهِ صِدْقًا وما كان وافِياً

Abu Sufyan kembali pada kita saat perang Badr akan tetapi kita belum mendapatkan waktu perjanjian dengan tepat dan cukup.

فأَقْسَمَ لَوْ وَافِيْتَنَا فَلَقِيْتَنَا # لأَبَتِ ذمي و افْتَقَدْتَ المَوَالِيا

Maka bersumpahlah walau kesempurnaan mendatangi kita bagi bapak kita yang dibenci dan aku kehilangan nyanyian rakyat.

تركْنا به أوْصَالَ عُتْبَة و أبنه # وعمرًا أبا جهل تركْناه ثاوِيًا

Kami meninggalkan anggota badan Utbah dan anaknya Amran kami meninggalkan Abu Jahal sebagai tawanan.

عَصَيْتُمْ رسول الله أف لدِيْنِكُمْ # وأمرِكُمْ السَّيِئ الذي كان غوياً

Kamu membangkang pada Rasulullah menggerutu pada agamamu dan mengerjakan kejelekan yang sesat.

وإنيِّ و إنْ عَنَفْتَمُوْنيِ لِقَائِلٍ  # فَدّى لرسول الله أهل

Sesungguhnya bila kekejamanmu padaku memerlukan pengorbanan bagi Rasulullah, keluarga, dan hartanya, kita patuh pada Rasulullah dan tidak mengadili selain dirinya sendiri.

ومالياأَطَعْنَاهُ لم نَعُدْ له فِيْنا بغَيره # شِهابًا لنا في ظُلُمِةِ الليلِ هاديًا

Dia adalah bintang bagi kita dalam kegelapan malam yang tenang.

Penulis: Muhammad Ahsan Rasyid