Sinergi Bersama Wujudkan Kesejahteraan Petani Sawit

207
Petani Sawit NU
TVNU

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendukung program-program pemerintah dalam memberdayakan para petani, khususnya petani sawit.

Hal itu disampaikan Gus Yahya saat acara temu tani sekaligus peremajaan sawit rakyat (PSR) di Desa Kencana Mulya, Kecamatan Rambang, Muara Enim, Sumatera Selatan, Jumat (4/3/2022) lalu.

“Mayoritas petani sawit di Sumatera dari Aceh sampai Lampung adalah warga NU, bahkan banyak yang menjadi pengurus. Oleh karena itu, PBNU mendukung program bantuan tanam sawit bagi para petani yang diluncurkan pemerintah,” kata kiai kelahiran 16 Februari 1966 itu.

Gus Yahya menambahkan, bantuan kepada petani sawit merupakan salah satu dari serangkaian kerja sama NU dengan pemerintah dari berbagai kementerian.

“PBNU ingin membantu pemerintah untuk bisa diperankan dalam program-program yang bersentuhan langsung dengan rakyat,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengapresiasi NU yang telah menggerakkan perekonomian rakyat dan membuat petani sejahtera. Hal ini menurutnya sejalan dengan perhatian Presiden Joko Widodo selama masa pandemi yang sangat memperhatikan sektor ekonomi kerakyatan.

“Pemerintah mengapresiasi NU yang telah menggerakan perekonomian rakyat. Dan hari ini yang menjadi tema adalah bagaimana membuat petani sejahtera. Oleh karena itu, tadi telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara PBNU dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS),” ujar Airlangga, Jumat (4/3/2022).

Program Peremajaan Sawit

Dalam program dana kelapa sawit tersebut, telah disiapakan program replanting atau peremajaan sawit yang mana Pemerintah memberikan dukungan untuk tahun ini 180 ribu hektare dengan bantuan 30 juta rupiah per hektare.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus mengawal hingga program tersebut terealisasi. “Dengan MoU tersebut maka PBNU akan mensosialisasikan kepada pekebun dan petani sawit. Dan, tentu ini akan dilakukan di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Menko Airlangga menambahkan bahwa ke depan pemerintah berharap perekonomian kerakyatan dapat terus digalakkan. Dalam hal ini, NU diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mensosialisasikan sekaligus mendorong agara warga NU bisa membantu ketahanan pangan.

Upaya tersebut, ungkapnya, dapat diwujudkan dengan menyiapkan penanaman berbagai produk mulai dari pertanian, hortikultura, dan kerjasama penanaman padi, jagung, kedelai yang merupakan komoditas rakyat.

“Ini adalah arahan Bapak Presiden Joko Widodo agar Kementerian bekerjasama dengan organisasi masyarakat seperti PBNU. Dan tentu ini bisa direplikasi dengan produk-produk lain termasuk di sektor pertanian yang ini bisa dibuatkan prototypenya dengan petani-petani di lingkungan NU,” jelasnya.

Baca juga: Ikhtiar PBNU Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sawit

Apresiasi Petani Sawit NU

Sementara itu, delegasi pengurus NU Sumatera Selatan, Malik Ibrahim mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh PBNU. Pasalnya, gebrakan baru dari PBNU ini dinilai membantu para petani sawit.

“Kami sangat mengapresiasi dari PBNU soal kepedulian kepada warga NU khususnya para petani sawit. Ini merupakan sebuah gebrakan yang bagus,” ungkapnya saat ditemui penulis disela-sela kegiatan.

Ibrahim mengaku dengan adanya program ini bisa menambah wawasan para petani, menambah relasi dengan berbagai pihak, dan paham mekanisme Undang-Undang serta Pasal Pertanian.

“Dengan adanya program ini kami semakin banyak menjalin hubungan dari Kementerian, Ekonomi PBNU agar kami para petani ke depannya semakin lebih maju, produktif, baik dari segi bibit sawit, pembinaan dan segala macamnya,” terangnya.

Penulis: Suci Amaliyah