Ragam Kuliner Khas Indonesia dalam Jamuan Side Event G20

350
Foto: Batikculinary

Sebagai Presidensi G20, Indonesia mendapatkan kesempatan emas untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tak hanya memamerkan budaya Indonesia yang beragam, gelaran G20 juga menjadi ajang unjuk gigi makanan atau kuliner khas Indonesia ke kancah internasional.

Kesempatan ini dibuktikan langsung pada beberapa jamuan side event dalam rangkaian G20 yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Di mana setiap daerah berlomba mengenalkan makanan khas masing-masing kepada delegasi dari berbagai negara peserta G20.

Berikut beberapa makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia yang dihidangkan dalam rangkaian side event G20, sebagaimana dikutip dari situs Kemenparekraf.

Solo

Kota Surakarta atau Solo menjadi salah satu tuan rumah side event G20. Selama di Kota Solo, delegasi G20 dijamu dengan makanan khas Indonesia, seperti sup tim ayam, cabuk rambak, sosis solo, sate ayam, dan tak lupa nasi liwet khas Solo. Nasi liwet sendiri merupakan nasi yang dimasak dengan santan, kaldu ayam, daun salam, dan serai.

Foto: Batikculinary

Gorontalo

Sajian binte biluhuta dari Gorontalo dihidangkan dalam Gala Dinner Pertemuan Pertama Tingkat Sherpa Presidensi G20 Indonesia. Makanan khas Indonesia yang sudah ada sejak abad ke-15 ini dibuat dari bahan baku jagung pulut khas Gorontalo. Selain binte biluhuta, dalam Gala Dinner tersebut juga dihidangkan lalampa, sabingi, dan kopi pinogu dari Gorontalo.

Foto: Binte Biluhuta Gorontalo

Kalimantan

Minuman yang dibuat dari buah asam maram juga disajikan dalam acara Sherpa G20. Buah asam maram merupakan buah endemik dari Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dan memiliki cita rasa asam yang khas.

Riau

Bolu kemojo merupakan kudapan yang berasal dari daerah Riau. Pembeda bolu kemojo dengan kue lain adalah penggunaan pewarna alaminya yang berasal dari campuran air daun suji dan air daun pandan yang dipanggang.

Yogyakarta

Helatan side event G20 juga berlangsung di Yogyakarta. Total ada 11 makanan khas Yogyakarta yang dihidangkan kepada delegasi negara peserta G20. Sajian tersebut antara lain: bir jawa, dendeng age, nasi pandan wangi, sapitan lidah, zwaart zuur, lombok kethok sandung lamur, setup pakis taji, salad mentimun, ledre pisang, roti jok semur ayam, saus karamel, dan rondo topo.

Palembang

Pempek juga terlihat dihidangkan dalam helatan Gala Dinner Sherpa G20. Pempek sendiri merupakan makanan khas Palembang yang terbuat dari adonan tepung serta ikan tenggiri. Sajian ini disantap bersama sambal khas dari gula merah, yakni cuko.

Jakarta

Tidak mau ketinggalan, makanan khas Betawi juga eksis di G20, yakni nasi ulam. Makanan khas Indonesia ini berupa sajian nasi putih yang ditaburi dengan serundeng kelapa dan kacang tanah yang telah ditumbuk.

Padang

Makanan khas Indonesia lainnya yang juga dihidangkan saat Pertemuan Sherpa G20 adalah nasi kapau, lengkap dengan 5 lauk khasnya, berupa gulai tambusu, sayur kapau, dendeng balado, dendeng daka-daka, dan gulai ikan bertelur. (MZN)