Presiden Jokowi Sebut Tiga Keahlian yang Harus Dimiliki Milenial dan Gen Z

185
Milenial
Photo by Adam Satria on Unsplash

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan tiga bekal keahlian yang harus dimiliki Generasi Milenial dan Generasi Z untuk mengoptimalkan produktivitasnya.  Ketiga keahlian tersebut adalah melek finansial, kemampuan berwirausaha dan keahlian digital.

“Harus melek finansial, harus berwirausaha, menguasai keahlian digital, digital savy atau mudah beradaptasi dengan teknologi digital, tetapi tetap memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” kata Presiden Jokowi dalam acara Pekan Milenial Naik Kelas secara daring di Jakarta, pada Selasa (5/4/2022).

Menurut Jokowi, saat ini Generasi Milenial (kelahiran 1981-1996) di Indonesia mencapai 69 juta jiwa atau 25,87 persen dari total jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270 juta jiwa. Sedangkan Generasi Z, kata dia, mencapai 75 juta jiwa atau 27,9 persen dari total jumlah penduduk.

Milenial Membawa Arah Indonesia

Dengan besarnya komposisi tersebut, ungkap Jokowi, Gen Milenial dan Gen Z diprediksi akan menjadi penentu arah Indonesia di masa depan.

Presiden menilai melek finansial penting agar Milenial dan Gen Z memiliki perencanaan keuangan yang baik sehingga mampu menyeimbangkan kegiatan konsumsi dan investasi.  Kemudian, kaum muda juga perlu memiliki kemampuan berwirausaha agar tidak tergantung pada ketersediaan lapangan kerja, dan justru sebaliknya menciptakan dunia kerja bagi masyarakat.

“Kita membutuhkan lebih banyak wirausaha agar semakin maju sesuai dengan karakter kaum muda yang bersemangat kreatif dan berani mengambil risiko, yang mudah beradaptasi, lincah dan menyukai hal-hal baru,” ujarnya seperti dikutip dari laman Medcom.id.

Baca juga: Peran Penting Milenial dalam Presidensi G20

Pemerintah, kata Jokowi, mendukung kemudahan akses permodalan bagi kaum muda yang ingin berwirausaha. Salah satu dukungan itu melalui Program Kartu Prakerja yang dapat dimanfaatkan untuk memulai usaha-usaha baru.

Kepala Negara juga berpesan bahwa anak-anak muda tidak boleh tertinggal dalam pemanfaatan teknologi digital. Hal itu lantaran saat ini seluruh kegiatan masyarakat seperti pendidikan, transportasi, investasi, belanja, liburan dan kesehatan bergantung pada perangkat digital.

“Ini memaksa kita melek digital dan tidak gaptek (gagap teknologi) agar tidak ketinggalan di berbagai peluang dan kesempatan,” tegas Kepala Negara.

Presiden meminta Gen Milenial dan Gen Z terus mengembangkan keahlian masa depan (future skills), dan keahlian baru yang bermunculan (emerging skills) serta memiliki kepercayaan yang tinggi dan siap berkompetisi dengan talenta global.

“Sehingga memberikan kebanggaan bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” tukas Presiden.

Penulis: Suci Amaliyah