Pembentukan Koperasi Jadi Rekomendasi Halaqah di Harlah NU

277
Halaqah Harlah NU

Perhelatan Harlah ke-99 NU baru saja usai menggelar Halaqah Lingkungan Hidup, Temu UMKM dan Petani Sawit. Halaqah itu dihadiri ratusan peserta yang berasal dari perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatra Selatan, PCNU, dan MWCNU se- Sumsel.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 4-5 Maret 2022 di GOR Dempo Jakabaring Sport City (JSC). Forum Halaqah ini menghasilkan tiga rumusan yang disampaikan Ketua Panitia Harlah ke-99 NU H Nusron Wahid, saat penutupan.

“Hasil rumusannya setelah dirumuskan tim perumus dari perwakilan provinsi dan cabang adalah sebagai berikut,” kata Nusron, di GOR Dempo Jakabaring Sport City (JSC), Sabtu (5/3/2022).

Pertama, terkait program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), skema pengajuannya dilakukan melalui satu komando koperasi primer, yakni Koperasi Petani Sawit Nahdlatul Ulama (Koptasinu).

“Sehingga nanti status teman-teman semua di cabang dan wilayah adalah menjadi operator dalam melaksanakan program ini,” terang Wakil Ketua Umum PBNU itu.

Kedua, berkenaan dengan program perhutanan sosial, lanjut dia, strateginya adalah baik pengurus ranting, MWCNU, dan PCNU se-Sumatra diharuskan mempunyai kelembagaan koperasi.

Hal ini untuk segera bisa memulai partisipasi dalam akselerasi distribusi perhutanan sosial kepada masyarakat Indonesia yang belum mempunyai lahan dan membutuhkan lahan untuk berkehidupan produktif.

“Karena itu, sebentar lagi mohon dikoordinasi masing-masing PWNU dan PCNU untuk menindaklanjutinya paling lambat satu bulan,” tegas Nusron.

Baca juga: Halaqah Kuatkan Pemberdayaan Pengurus Wilayah dan Warga Nahdliyin

Rangkaian Harlah NU di Wilayah Barat resmi berakhir hari ini. Nusron pun menyampaikan terima kasih kepada segenap pihak yang turut mensukseskan acara, baik panitia maupun peserta.

“Kegiatan kita yang padat sejak Kamis hingga Sabtu ini tetap utuh melangsungkan 9 rangkaian kegiatan dengan sempurna,” kata Nusron.

“Syukur alhamdulilah tsumma alhamdulillah,” imbuh pria asal Kudus Jawa Tengah ini.

Penulis: Nuriel Shiami Indiraphasa