Mengenal Alif, Santri MA Raudlatul Ulum Pati yang Tembus Final AKSI 2022

304
Alif Silfia Luthfiyah

MADING.ID, Pati – Alif Silfia Luthfiyah berhasil lolos ke Grand Final Akademi Sahur Indonesia (Aksi) 2022 yang berlangsung selama Ramadhan lalu di stasiun televisi Indosiar. Alfi terpilih menjadi juara ketiga setelah menyampaikan ceramah yang bertema Islam dan Negara Kesejahteraan. Adapun juara pertama diraih oleh Ilyas dan juara kedua oleh kembar Rena Reni.

Alfi berasal dari Desa Kepohkencono, Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Secara latar belakang pendidikan, Alif adalah lulusan MTsN 1 Pati, MA Raudhatul Ulum Guyangan-Pati, dan kini sedang menyelesaikan pendidikan di Unsiq Wonosobo.

Sebagaimana dilansir dari situs Kemenag (10/05/2022), Alif kepada tim media PAI Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengungkapkan bahwa sejak kecil dirinya mempunyai impian menjadi seorang bu nyai. Impian itu terus ia jaga, apalagi orang tua sangat mendukung—ditunjang latar belakang keluarga yang religius dari kalangan Nahdliyin.

“Ketika sudah remaja, saya mulai menonton AKSI sebagai kompetisi dakwah nasional di panggung televisi. Saya senantiasa membatin bahwa kelak harus mengikuti kompetisi tersebut untuk belajar semakin disiplin. Alhamdulillah, Allah menunjukkan kemurahan-Nya tahun ini,” ungkap Alif.

Ditanya soal pengalaman mengikuti AKSI 2022, Alif menceritakan, berawal dirinya mendaftar audisi tersebut secara online dengan mengunggah video di Youtube. Dari ratusan bahkan ribuan pendaftar di Tanah Air, yang diundang ke Jakarta hanya 24 orang termasuk dirinya. Sebelum berangkat, ia minta petunjuk dan restu dari para kiai, ustaz/ustazah, dan pemimpin daerah, seperti bupati.

Alif, Juara ke-3 AKSI Indosiar 2022

“Waktu sudah di sana, suka-dukanya banyak sekali. Sukanya bisa bertemu orang-orang baik dan cerdas dari banyak daerah, menimba ilmu dari para ustaz dan dewan juri, serta belajar tentang dunia dakwah yang lebih luas,” kata Alif.

“Waktu awal-awal mungkin saya masih bisa beristirahat cukup. Tapi, ketika sudah pertengahan sampai grand final, waktu untuk tidur bahkan sedikit sekali. Bahkan mungkin hanya 3 jam sehari. Pokoknya harus benar-benar lari (menyesuaikan ritme dengan jadwal televisi). Meski begitu, saya meniatkan semua untuk belajar. Jadi selelah apa pun harus tetap dijalani,” sambungnya.

Terkait tentang berbagai dukungan selama mengikuti Aksi 2022, Alif bersyukur dan terharu sekali karena didukung penuh oleh orang tua dan keluarga besarnya. Selain itu, seluruh organisasi atau institusi yang diikutinya juga mendukung dengan penuh antusias, mulai dari Banom NU, almamater (sekolah, pondok, kampus), hingga ikatan alumni.

“Keikutsertaan pada AKSI juga memantik dukungan/simpati dari berbagai macam golongan. Misalnya dari Paguyuban Sopir Pati, Ikatan Nelayan Pati, dan seterusnya. Setiap kali saya melihat akun medsos, saya selalu tersentuh membaca doa-doa dari para sahabat,” kisah Alif. (MZN)