Mengagumkan, Siswa Canberra Australia Belajar Gamelan di KBRI

171
Foto: Kemdikbud

MADING.ID, Canberra – Canberra Girls Grammar School (CGGS) mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra di Australia untuk mempelajari alat musik tradisional Indonesia yaitu gamelan melalui sesi lokakarya (workshop) yang digelar di Balai Budaya Indonesia, Selasa (10/2) lalu.

CGGS merupakan sekolah swasta di Canberra yang hanya menerima murid perempuan dari kelas taman kanak-kanak sampai kelas 12.

Christina Hopgood, seorang Guru CGGS, mengakui para murid CGGS wajib belajar berbagai kesenian seperti teater dan musik, khususnya musik barat.

“Selama ini, murid belajar musik Barat. Kita ingin memperkenalkan musik tradisional Indonesia seperti Gamelan Bali dan ternyata mereka suka dan antusias mengikuti lokakarya ini,” tutur Christina yang turut mendampingi kunjungan para murid.

“Jadi kami ke sini bukan sekadar ingin melihat isi Balai Budaya, namun ingin mempelajari gamelan,” tambah Christina.

Dipandu instruktur Gamelan Bali sekaligus Staf KBRI Canberra, I Gede Eka Riyadi, para siswa diperkenalkan dengan ragam instrumen yang terdapat dalam Gamelan Bali dan diajarkan bagaimana cara membunyikan instrumen. Selanjutnya, mereka mempraktikkan nada-nada sederhana yang diajarkan Gede.

“Mereka bersemangat mencoba gamelan Bali, dan karena mereka sudah memiliki dasar-dasar bermusik yang baik di sekolah, mereka pun tidak terlalu kesulitan untuk mengikuti workshop ini,” tutur Gede.

Dalam kesempatan ini, siswa juga diajari teknik dan struktur gamelan Bali serta bermain satu lagu tingkat dasar yaitu “Tabuh Gilak”.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra Mukhamad Najib mengatakan, tujuan utama kunjungan para siswa sekolah umumnya ingin mengenal budaya Indonesia melalui berbagai alat peraga yang terdapat di Balai Budaya Indonesia.

“KBRI Canberra kembali menerima kunjungan dari sekolah-sekolah di Australia, pasca libur Idulfitri 2022,” ucap Atdikbud Najib, seperti dikutip dari situs Kemdikbud.

Najib mengaku senang menerima kedatangan para siswa yang ingin mengenal budaya Indonesia. Jadi, kedatangan mereka ke Balai Budaya Indonesia menunjukkan ketertarikan mereka terhadap Indonesia.

“Ini kesempatan bagi kita untuk membuat daya tarik Indonesia semakin nyata di mata siswa-siswa Australia, sehingga diharapkan mereka suka dan mau berkunjung ke Indonesia di waktu yang akan datang,” tutur Najib. (MZN)