Kecakapan Berpikir Komputasional Menyongsong Madrasah Melek Digital

310
Madrasah Digital
Istimewa

JAKARTA — Penerbit Erlangga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia akan meluncurkan dua buku dan talkshow bertajuk “Kecakapan Berpikir Komputasional Menyongsong Madrasah Melek Digital” pada Kamis (4/8/2022) malam di Panggung Utama Islamic Book Fair 2022, Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Dua judul buku yang diluncurkan adalah Panduan Literasi Digital bagi Guru Madrasah dan Panduan Berpikir Komputasional bagi Guru Madrasah. Acara peluncuran buku dan talkshow ini akan dihadiri oleh Wakil Menteri Agama RI Dr. KH Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si sebagai pembicara kunci, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT sebagai narasumber, dan Rahmat Hidayatullah, MA selaku penulis kedua buku tersebut. Acara talkshow ini dimoderatori oleh Galuh Ayu Amalia, S.S.I., C.PSM, seorang public speaker.

Peluncuran dua buku ini merupakan bagian dari rangkaian acara Islamic Book Fair 2022 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) mulai 3-7 Agustus 2022. Kedua buku ini diluncurkan dalam rangka ikut menyukseskan program penguatan literasi digital dan keterampilan berpikir komputasional bagi guru madrasah yang tengah digalakkan oleh Kementerian Agama RI dan menjadi salah satu program prioritas kementerian ini.

Madrasah Digital
Istimewa

Panduan Literasi Digital Guru Madrasah

Buku Panduan Literasi Digital bagi Guru Madrasah memuat pengantar umum tentang literasi digital dan relevansinya bagi dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah. Buku ini menyajikan uraian komprehensif tentang konsep literasi digital, kompetensi digital, keterampilan digital dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam kegiatan pembelajaran.

Dalam buku ini, penulis yang berprofesi sebagai dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mendedahkan pelbagai definisi literasi digital dari sejumlah lembaga internasional seperti UNESCO, UNICEF, European Commission (EU), Joint Information Systems Committee (Jisc), International Telecommunication Union (ITU), DQ Insitute dan sebagainya.

Secara khusus penulis menguraikan kerangka kompetensi literasi digital yang dikembangkan oleh empat lembaga internasional, yakni: Digital Competence Framework for Citizens (DigComp) yang dikembangkan oleh Komisi Eropa, Digital Kids Asia-Pacific yang dikembangkan oleh Kantor Regional UNESCO Asia-Pasifik, Digital Intelligence yang dikembangkan oleh DQ Institute, dan Digital Capability Framework yang dikembangkan oleh JISC.

Mengulas Pelbagai Keterampilan Digital

Sejumlah istilah kunci kompetensi literasi digital dielaborasi dalam buku ini, seperti keamanan digital (digital security), keselamatan digital (digital safety), hak digital (digital rights), etika digital (digital ethics), identitas digital (digital identity), komunikasi dan kolaborasi digital (digital communication and collaboration), partisipasi dan agensi digital (digital participation and agency), kreativitas dan inovasi digital (digital creativity and innovation), kecerdasan emosional digital (digital emotional intelligence), pembelajaran digital (digital learning), pengajaran digital (digital teaching) dan sebagainya.

Buku ini juga membahas jenis-jenis keterampilan digital (digital skills) level dasar, menengah hingga lanjutan, serta beberapa keterampilan khusus yang memainkan peran penting dalam memperkuat keterampilan digital seperti pemikiran komputasional (computational thinking), literasi data (data literacy), dan literasi seluler (mobile literacy). Penulis menekankan agar jenis-jenis keterampilan ini diintegrasikan ke dalam kurikulum madrasah.

Di akhir uraiannya, penulis yang juga pengurus LP Ma’arif NU PBNU ini mengusulkan model pemanfaatan TIK dalam tata kelola pendidikan dan kegiatan pembelajaran di madrasah untuk memperkuat implementasi Smart Madrasah atau Madrasah Digital yang telah diinisiasi oleh Kementerian Agama.

Integrasi Pemikiran Komputasional pada Kegiatan Pembelajaran

Sementara itu, buku Panduan Berpikir Komputasional bagi Guru Madrasah memuat perkenalan konsep dasar Computational Thinking (CT) bagi guru madrasah agar mereka mampu mengintegrasikan pemikiran komputasional dalam aktivitas pedagogis sehari-hari.

Buku yang ditulis oleh dosen filsafat yang menyelami dunia pendidikan ini menguraikan secara ekstensif sejarah, definisi, konsep dan komponen-komponen keterampilan berpikir komputasional seperti berpikir logis (logical thinking), berpikir algoritmik (algorithmic thinking), pemecahan masalah (problem-solving), dekomposisi (decomposition), pengenalan pola (pattern recognition), generalisasi (generalization), abstraksi (abstraction) dan pemodelan (modelling).

Buku ini dilengkapi contoh-contoh ilustratif yang didasarkan pada konsep komputasional sehari-hari yang berasal dari pelbagai domain. Pada akhir setiap bab dalam buku ini disajikan pula latihan untuk menguji pengetahuan dan kemampuan setiap pendidik.

Asupan Nutrisi Guru di Era Pendidikan 4.0

Selain itu, dilampirkan pula beberapa contoh soal dan lembar kerja siswa, serta lembar pedoman untuk guru. Singkatnya, buku ini akan memandu setiap pendidik untuk memiliki pemahaman yang tepat tentang semua hal yang berkaitan dengan CT.

Meskipun kedua buku ini dimaksudkan sebagai bekal bagi guru madrasah, buku ini juga sangat penting untuk dibaca oleh para guru di sekolah umum agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Kedua buku ini layak dijadikan rujukan primer bagi guru madrasah dan sekolah dalam upaya memperkuat kecakapan literasi digital dan kemampuan berpikir komputasional.

Melalui penguasaan atas kedua jenis keterampilan abad ke-21 ini, guru madrasah dan sekolah diharapkan menjadi pendidik garda depan dalam pengembangan pedagogi inovatif di era Pendidikan 4.0.