Galakkan Dekarbonisasi Melalui Penanaman 5000 Bibit Pohon

235
Tanam 5000 Bibit Pohon
Photo by Vitor Monthay on Unsplash

Bertemakan “Merawat Jagat Membangun Peradaban”, peringatan hari lahir (Harlah) ke-96 Nahdlatul Ulama (NU) di Palembang dan Muara Enim, Sumatera Selatan pada 3-5 Maret 2022 bakal mengagendakan penanaman 5000 bibit pohon.

Rektor Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Prof Nyayu Khodijah menyebut bahwa agenda penanaman ribuan bibit pohon tersebut bertujuan guna mendukung dekarbonisasi Indonesia tahun 2060 dan konservasi alam di lingkungan pendidikan.

Selain itu, ia juga menilai penanaman pohon tersebut dapat menunjang kenyamanan civitas akademika selama beraktivitas.

“Penanaman pohon ini untuk membuat kampus menjadi lebih hijau dan memberikan kenyamanan bagi semua mahasiswa maupun dosen,” kata Prof Nyayu, Ahad (27/2/2022).

Penanaman pohon akan berlangsung di area UIN Raden Fatah Palembang, kampus Jakabaring di atas lahan berukuran sekitar 15 hektare.

Bibit pohon yang digunakan pun datang dari jenis yang berbeda. Nyayu menerangkan, jenis bibit yang digunakan didominasi oleh tanaman asal Sumatera Selatan. Beberapa jenis bibit pohon tersebut meliputi Pule, Mahoni, dan sebagainya.

“Bibit diperoleh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Musi,” terang penulis buku Psikologi Pendidikan itu.

Baca juga: Sungai Mandar Masih Mengalir

Diketahui, agenda ini juga akan dihadiri oleh sejumlah tokoh, meliputi seluruh pengurus PBNU, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, serta para civitas akademika UIN Raden Fatah Palembang.

Nyanyu berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung baik bagi warga kampus UIN Raden Fatah Palembang maupun masyarakat.

“Agar kampus lebih hijau, asri, dan memberikan kenyamanan serta kesejukan bagi warga kampus dan sekitarnya. Dan tentunya, mendukung gerakan Dekarbonisasi Indonesia tahun 2060,” ungkapnya.

Penulis: Nuriel Shiami