LP Ma’arif PBNU Dorong Peningkatan Kapasitas dan Profesionalisme Guru Lewat Literasi dan Numerasi

210
Arahan Ketua LP Ma'arif NU PBNU pada Program Penguatan Literasi Numerasi Jawa Barat
Arahan Ketua LP Ma'arif NU PBNU pada Program Penguatan Literasi Numerasi Jawa Barat

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU (LP Ma’arif NU) PBNU kembali menyelenggarakan Penguatan Pendidikan Literasi dan Numerasi bagi kepala sekolah dan guru di bawah Satuan Pendidikan LP Ma’arif NU.

Tercatat, sebanyak 253 Guru dan Kepala Sekolah dari berbagai daerah di Jawa Barat, akan mengikuti kegiatan ini, 23–27 Februari 2023, secara luring di Kota Bandung.

Ketua LP Ma’arif NU PBNU Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU. Pada titik ini, sikap diri untuk terus menjadi individu pembelajar mutlak dijalankan dalam upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme.

Kang Dhani, demikian panggilan akrabnya, menilai, para pembelajar adalah pemilik masa depan sesungguhnya.

“Dari belajar kita hidup, dan dari hidup kita belajar. Kita paham, berdasar aforisme luhur dan ujaran bijak, bahwa orang yang terpelajar hanyalah pemilik masa lalu, sementara orang yang terus berkehendak untuk belajar adalah pemiliki masa depan,” ungkapnya saat memberikan arahan Bandung, Kamis (23/02/2023).

Ramdhani melanjutkan, pendidikan pada dasarnya ingin mengubah komunitas menuju masyarakat yang lebih baik. Salah satu upayanya adalah dengan mengadaptasi model-model pendidikan agar senantiasa relevan dengan dinamika zaman.

“Agar para guru memiliki ketangguhan dan kompetensi yang harus dipertajam, kualifikasi yang harus dipenuhi tetapi dia juga harus memiliki ketangguhan dan menganggap dirinya sebagai teladan,” ucapnya.

“Kekuatan kata kata guru dapat mempengaruhi sikap, cara berfikir bagi siswa sehingga guru harus memiliki prediksi dimasa depan yang semuanya itu harus dengan kemampuan literasi dan numerik,” lanjutnya.

Ramdhani menambahkan, orang yang mampu menguasai dunia saat ini karena memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang luar biasa sehingga mampu memprediksi masa depan.

Selain kompetensi literasi dan numerasi, guru juga harus menjadi teladan. Sebab guru memiliki tanggung jawab terhadap pembangunan attitude dan moral spiritual anak didiknya.

“Kata-kata guru adalah ilmu, prilaku guru adalah teladan,” tegas Guru Besar UIN Bandung ini.

Pendidikan di LP Ma’arif NU, lanjut Dhani, tidak hanya bagian dari transfer pengetahuan saja. Lebih dari itu, pendidikan juga harus dapat menginternalisaikan nilai-nilai moral dan keagamaan.

“Fungsi guru adalah dia yang menjadi fasilitator, dia yang menjadi penyaring, dia yang menjadi penjamin dari sebuah ilmu,” tutupnya.