Jubir Presidensi G20 Paparkan Strategi Percepatan Kemajuan Pendidikan Akibat Pandemi

138
Foto: Sekretariat Presiden

MADING.ID, Bandung – Juru Bicara Presidensi G20 Indonesia Maudy Ayunda menyebut, berdasarkan hasil riset Kemendikbudristek, pandemi Covid-19 berdampak terhadap kondisi pembelajaran di Indonesia khususnya.

Selama pandemi siswa mengalami kehilangan pembelajaran (learning lost) yang setara dengan enam bulan dan lima bulan belajar masing-masing untuk literasi dan numerasi. Padahal sebelum pandemi, kemajuan pembelajaran selama satu tahun pendidikan di jenjang SD adalah sebesar 129 poin untuk literasi dan 78 poin untuk numerasi.

“Jika tidak segera diatasi, learning lost ini akan berpengaruh pada keseluruhan kualitas pendidikan di Indonesia,” ungkap Maudy Ayunda dalam konferensi pers yang digelar secara daring melalui kanal YouTube Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (19/5), seperti dikutip dari situs Kemdikbud.

Maudy mengatakan, disadari atau tidak, setelah satu tahun pandemi, para siswa mengalami penurunan kemampuan belajar dan pengetahuan baik secara spesifik atau umum. Ia menilai, guna menjawab kondisi tersebut, di tahun 2020, Kemendikbudristek mengambil beberapa kebijakan.

Pertama adalah menghadirkan Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) yang berfokus pada perkembangan dan perbaikan capaian belajar serta lingkungan sekolah.

“Ini dapat menjadi pemetaan awal dampak learning lost,” ujar Maudy. Adapun hasil dari pemetaan awal ini, dapat diakses oleh pemerintah daerah dan sekolah melalui platform Rapor Pendidikan sebagai bahan refleksi dalam menentukan langkah lebih lanjut yang berbasis data.

Kedua, pengembangan teknologi digital dalam pendidikan. Menurutnya, teknologi tentu tidak dapat menggantikan peran guru sebagai ujung tombak pendidikan. Oleh karenanya, kebijakan digitalisasi sekolah perlu diimbangi dengan program peningkatan kompetensi guru, khususnya di bidang penguasaan teknologi informasi dan komunikasi.

“Guru yang kompeten dalam mengoperasikan teknologi pendidikan pastinya mampu mempercepat terciptanya SDM yang unggul,” ucapnya.

Kemendikbudristek menciptakan terobosan melalui platform Merdeka Mengajar yang dirancang khusus bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan memberi kesempatan para guru berkolaborasi satu sama lain. Dengan demikian, kapasitas dan keterampilan para guru dapat meningkat.

“Diharapkan, kehadiran platform ini dapat menginspirasi seluruh anggota G20,” kata Maudy.

Ketiga, lanjut Maudy, Presidensi G20 juga menekankan pentingnya memperbarui komitmen dunia di bidang pendidikan dalam konferensi transformasi pendidikan.

Transforming Education Summit (TES) merupakan wadah untuk memobilisasi semangat, komitmen dan kemauan politik yang lebih besar, untuk membalikkan kemunduran agenda suistanable development goals yang keempat yaitu menata kembali pendidikan dan mempercepat kemajuan pendidikan dan agenda SDGs 2030,” jelas Maudy. (ZID)