Ikhtiar PBNU Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sawit

263
Petani Sawit
Mongabay

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar peringatan hari lahir (Harlah) ke-99 Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Indonesia barat, yang difokuskan di Palembang dan Muara Enim, Sumatera Selatan pada 3-5 Maret 2022 mendatang.

Wakil Ketua Umum PBNU sekaligus penanggungjawab acara Harlah NU di Palembang, Nusron Wahid mengungkapkan dalam kegiatan ini akan diselenggarakan halaqah untuk merumuskan kesejahteraan petani kelapa sawit.

“Ada juga halaqah lingkungan hidup yakni terkait perubahan iklim dan kehutanan sosial serta bagaimana mengakselerasikan program PSR (Peremajaan Sawit Rakyat). Ini menjadi salah satu concern PBNU yakni melakukan pendampingan petani sawit,” kata Nusron Wahid, dalam siaran pers, Senin (28/2/2022).

Baca juga: Fakta Unik Jakabaring Sport City, Lokasi Harlah NU di Palembang

Kegiatan yang mengangkat tema Merawat Jagat, Membangun Peradaban, Lestari Alamnya Sejahtera Petaninya ini juga akan dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, pengurus PBNU, perwakilan dari PWNU dan PCNU se-Pulau Sumatera.

Rumuskan Instrumen Kesejahteraan Petani Sawit

Sejumlah narasumber dari kalangan pemerintah dan akademisi, serta perwakilan dari komunitas petani sawit juga dijadwalkan mengisi halaqah. Dalam halaqah tersebut, kata Nusron, akan dirumuskan program serta instrument yang efektif sehingga bisa menjadi model untuk upaya peningkatan kesejahteraan petani kelapa sawit secara umum.

Sebagai bentuk keseriusan dari PBNU dalam upaya pendampingan terhadap petani sawit, lanjut Nusron, akan dihadirkan secara langsung menteri-menteri terkait seperti Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Nanti kita akan melakukan penanaman perdana peremajaan sawit rakyat (PSR) yang dilakukan secara simbolik di Desa Kencana, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim.

Dilakukan langsung oleh Ketua Umum PBNU, Pak Menko Perekonomian selaku Ketua Komite Pengarah BPD-PKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit), dan Pak Menteri Pertanian,” papar Nusron.

Selain itu, lanjut anggota Komisi VI DPR ini, dalam rangkaian harlah juga akan dilakukan penyerahan hibah atau wakaf serta peletakan batu pertama pembangunan Perguruan Tinggi NU Sumatera Selatan. Hal ini juga bagian dari upaya PBNU dalam dunia pendidikan agar ke depan melahirkan generasi yang unggul.

“Prinsipnya, program-program nyata yang bisa dirasakan secara langsung akan terus menjadi upaya PBNU, dengan pendampingan, advokasi dan edukasi rakyat untuk bisa mendapatkan akses pengembangan,” ujar Nusron.

Penulis: Suci Amaliyah