Ali Ramdhani: Madrasah Unggulan Pencipta Peradaban Bangsa

152
Peradaban
Dokumentasi Pribadi

Surabaya (Maarif) – Bahwa mekanisme membangun peradaban diawali dengan sebuah pendidikan. Untuk merancang hal tersebut, maka perlu membangun episentrum pendidikan melalui madrasah unggulan yang dapat dijadikan ruang dalam menciptakan peradaban bagi generasi bangsa.

Demikian disampaikan Ketua LP Maarif NU PBNU, Muhammad Ali Ramdhani saat memberikan pengarahan pada kegiatan Halal bi Halal dan Rapat Kerja Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Timur.

“Madrasah hari ini sudah menjadi kepercayaan masyarakat. Madrasah merupakan sekolah yang bercirikan keagamaan, tempat yang aman, nyaman dan tepat bagi masyarakat Indonesia, karena menurutnya, madrasah menjamin 2 dimensi kehidupan, tidak hanya menjaga kognitif namun mengajarkan bagaimana menjaga metakognitif,” ujar Ramdhani di Surabaya, Rabu (01/06/2022).

“Hari ini kita harus berbangga, terbukti madrasah menjadi tempat destinasi warga manapun untuk mempelajari hidup dan kehidupan dan menjamin 2 dimensi kehidupan,” tuturnya.

Ramdhani menerangkan, ada 3 hal yang perlu ditekankan pada kegiatan ini, yakni mengenai penguatan ideologi, transformasi digital dan menciptakan episentrum pendidikan mewujudkan madrasah unggulan sebagai ruang pencipta peradaban bagi generasi bangsa.

“Maka, hiduplah untuk senantiasa beradaptasi dengan zaman,” tegasnya.

Dikatakan Dhani, transformasi digital menjadi bagian dari cara untuk memberikan pengabdian secara optimal dalam hal pendidikan.

“Untuk itu, saya sangat mengapresiasi atas adanya pencanangan transformasi digital pada LP Ma’arif NU Jatim,” tandasnya.

Dalam menciptakan ruang peradaban, lanjut Ramdhani, ada empat hal yang perlu diperhatikan pada setiap lembaga pendidikan. Empat hal tersebut yang pertama, madrasah harus mampu menjaga dengan baik psikologi anak didik.

“Madrasah harus bisa menangkal bahaya yang dapat mengganggu psikologi anak, seperti adanya bullying,” jelasnya.

Yang kedua, madrasah harus bisa menjaga kondisi fisik dari siswa. Madrasah tidak hanya mementingkan kemampuan kognitif siswa, namun fisik juga harus selalu diperhatikan, seperti menghindari kekerasan.

“Kecerdasan yang menjadi hakikat pada seseorang adalah sehat secara fisik dan mental,” kata Ramdhani.

Ketiga, Madrasah harus mampu menumbuhkembangkan kemampuan sosial siswa didik.

“Madrasah sebuah kawah candradimuka dan sebuah wadah proses menciptakan generasi bangsa yang bisa berkolaborasi, maka ciptakan alumni-alumni yang bisa bersosial dan bekerjasama sebagai super team,” ungkap Dhani.

Dan yang terakhir, Ramdhani berpesan bahwa madrasah merupakan sebuah pendidikan yang harus bisa membuka cakrawala kognitif bagi anak bangsa.

“Disebut sebagai orang yang kompetitif yakni seseorang yang mumpuni dari sisi keilmuan dan memiliki ketrampilan yang kokoh serta memiliki akhlakul karimah,” pungkasnya.

Yuyun Wulandari
Pranata Humas Ditjen Pendis