7 Kue Kering Khas Indonesia yang Cocok Disajikan saat Lebaran

938

Lebaran adalah istilah lokal Indonesia untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Pada momen hari raya ini biasanya umat Islam saling silaturahmi terutama menyambung persaudaraan, kekerabatan, pertemanan, sekaligus saling meminta maaf atas kesalahan satu sama lain.

Yang menjadi salah satu keunikan dan wajib ada saat lebaran adalah adanya makanan berupa kue atau sejenisnya yang dihidangkan kepada tamu yang datang ke rumah. Ada berbagai macam jenis kue khas lebaran, nah berikut ini setidaknya ada 7 kue tradisional Indonesia yang cocok disajikan saat lebaran tiba.

1. Kuping Gajah

Kue berbahan dasar tepung terigu ini punya rasa manis dan menjadi camilan yang enak untuk Lebaran. Dengan bentuk lingkaran dan memiliki pola spiral berwarna cokelat, memang tidak bisa dibilang bahwa kue ini mirip dengan kuping gajah, namun kita mengenalnya dengan sebutan nama tersebut.

2. Sagon

Kue sagon adalah kue kering yang terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan parutan kelapa tua, margarin, gula pasir, dan vanili. Cita rasa yang dihasilkan kue ini merupakan perpaduan dari manis dan gurih. Tak hanya aroma yang menggoda, kue sagon juga memiliki tekstur yang empuk dan lembut, meski tampak keras bila dilihat dari luarnya.

3. Akar Kelapa

Kue dengan nama Akar Kelapa ini sangat mudah dikunjungi di saat perayaan Lebaran di Indonesia. Akar Kelapa merupakan kue kering yang berasal dari Betawi. Kue ini terbuat dari tepung beras putih dicampur kelapa, tepung sagu, dan bahan lainnya. Rasa dari kue ini gurih dan manis dengan bentuknya yang mirip akar kelapa.

4. Keukarah

Kue Keukarah atau Karah ini merupakan kue tradisional dari Aceh. Keukarah mirip seperti jaring berwarna putih kecokelatan yang berlapis-lapis. Ia terbuat dari bahan yang sama dengan bihun yakni tepung beras.

Kue ini memiliki aroma khas karamel yang muncul dari gula pasir yang dicampur dalam adonan. Tekstur kue renyah dan rasanya manis ini tidak hanya dinikmati saat Lebaran tapi juga bisa dijumpai sehari-hari untuk menemani waktu bersantai.

5. Keciput

Kue keciput terlihat mirip dengan kue onde-onde, namun berukuran mini dan rasanya sangat renyah. Kue ini ‘polos’ tanpa isian dan bagian luarnya juga berbalur biji wijen. Bahan dasar pembuatan keciput antara lain tepung ketan, gula, margarin, telur, dan santan.

6. Gapit

Kue gapit berasal dari Cirebon Jawa Barat yang dibuat dari tepung tapioka. Penamaan Gapit sendiri berasal dari proses pembuatannya yang memiliki berbagai bentuk dan rasa yang gurih serta renyah.

7. Lidah Kucing

Kue kering satu ini diadaptasi dari Belanda dengan nama asli Kattentongen. Kue ini sudah menjadi sajian masyarakat Indonesia sejak zaman kolonial. Kue Lidah Kucing memiliki tekstur lembut dengan ukuran tipis yang membuatnya terasa renyah saat di makan. Rasanya gurih dan ada rasa sedikit manis membuat kue satu ini nyaman di lidah orang-orang Indonesia. (MZN)