Tetap Asyik Hadapi Lingkungan Kerja Toxic

276
Kerja
Photo by Mimi Thian on Unsplash

Dalam dunia kerja, seringkali permasalahan bukan hanya datang dari berbagai pekerjaan yang menumpuk dan tingkat kerumitan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Apalagi jika terjebak di lingkungan kerja yang dipenuhi aura negatif, tentunya akan semakin memperburuk keadaan dan membuat dirimu sulit berkembang.

Menurut studi University of Manchester Business School, karyawan yang bekerja di bawah atasan yang narsis dan otoriter, merasa kurang puas dengan pekerjaannya, lebih parah lagi mereka lebih mungkin mengalami depresi klinis.

Lantas, bagaimana cara kita menghadapinya?  Berikut tips yang bisa dilakukan mengutip dari AsiaOne.

1. Bangun Solidaritas

Keseharian waktu kita banyak dihabiskan di tempat kerja, kantor bisa mejadi rumah keduamu. Agar merasa nyaman, cari dan bentuklah persahabatan bersama rekan kerja.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam buku terlaris New York Times Wellbeing: The Five Essential Elements, karyawan yang memiliki teman dekat di tempat kerja tujuh kali lebih mungkin untuk terlibat penuh dengan pekerjaan mereka. Selain itu, tingkat produktivitas mereka jadi lebih tinggi diiringi kepuasan kerja yang lebih besar.

Jauhi orang orang negatif dan hubungkan dirimu bersama mereka yang miliki aura positif serta dapat dipercaya. Jadilah sahabat sejati dengan saling mendukung dalam situasi sulit sekalipun.

Baca juga: Solusi Terbaik Agar Keluarga Lepas dari Toxic People

2. Jadilah Agen Perubahan

Ambil langkah-langkah untuk membentuk budaya baru. Jika kamu adalah pimpinannya, jadilah figur panutan yang positif bagi bawahanmu. Jika ingin menciptakan tempat kerja yang lebih mendukung, pujilah anggota tim saat mereka telah melakukan pekerjaan dengan baik. Kerapkali karyawan senang merasa dihargai atas usaha mereka.

Kamu dapat membuat perubahan bahkan jika dirimu bukan seorang manajer sekalipun, dengan memperlakukan rekan anda baik yang kamu sukai maupun tidak dengan kebaikan dan rasa hormat.

Kenali Batasan Dirimu

3. Buatlah Batasan yang Jelas

Buat garis pemisah yang tebal dan jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Hindari hal-hal negatif dari lingkungan kerja sesuai lingkup pekerjaanmu. Jadilah karyawan profesional di kantor dan selesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabmu. Setelahnya, habiskan waktu dengan orang yang kamu cintai dan dirimu sendiri.

Jangan bekerja lembur kecuali darurat untuk diperlukan. Terapkan batasan, terutama jika kamu memiliki pimpinan yang tidak rispek terhadapnya.

4. Kelola Depresi Setelah Bekerja

Jangan biarkan tekanan dari pekerjaan mengganggu pikiranmu. Temukan caramu sendiri untuk hilangkan stres setelah meninggalkan kantor agar tidak menumpuk. Misalnya melakukan olahraga sebagai alternatif healing atau sekadar hangout ke tempat favorit.

Sebenarnya melakukan apa pun yang membuat merasa lebih bahagia akan membantu dirimu keluar dari zona depresi akibat jenuh bekerja. Pergi keluar untuk makan enak, bermain dengan teman atau bahkan menonton video lucu di Youtube bisa meringankan penatnya keseharianmu.

5. Buatlah Exit Plan (Resign)

Jika kamu telah melakukan segalanya tetapi merasa tidak ada yang berubah, cobalah berhenti dari pekerjaanmu saat ini. Luangkan waktu untuk memperbarui resume Anda dan mulai mencari peluang pekerjaan baru.

Jangan takut untuk meninggalkan posisi Anda saat ini. Bagaimanapun, dirimu lebih berarti dari sekadar pekerjaan. Kewarasan dan kesehatan mental secara menyeluruh adalah prioritas.

Jadi, sudah mengerti kan apa yang harus diperbuat? Overall, segala sesuatunya harus dimulai dari dirimu sendiri.

Wachid Ervanto