Seni Membaca Bahasa Tubuh Orang Bohong (1)

406
Foto: shutterstock

Selama ini tidak dapat dipungkiri bahwa hampir setiap orang pernah berbohong, baik disadari maupun tidak, direncanakan atau pun spontan. Sebenarnya, tidaklah sulit untuk mengetahui apakah lawan bicara kita sedang berbohong atau tidak.

Sebagaimana dikutip dari buku Membaca Pikiran Orang Lewat Bahasa Tubuh yang ditulis oleh Dianata Eka Putra (2013: 13-16), bahwa bahasa tubuh, secara spontan dan sering tidak disadari, akan membeberkan kebohongan tersebut. Hal ini terjadi karena orang yang sedang berbohong lebih memerhatikan ucapannya daripada apa yang terjadi pada tubuhnya.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Desmond Morris menyimpulkan bahwa kita tidak dapat memalsukan bahasa tubuh. Akan tetapi, bukan tidak mungkin, orang yang pekerjaannya berbohong bisa mempelajari bahasa tubuh sehingga bisa memanipulasinya. Menangkap sinyal kebohongan dari orang seperti itu memang sedikit sulit.

Namun, sepintar-pintar menyembunyikan kebohongan, pastilah ada isyarat tubuh yang lepas dari kontrolnya karena otak memiliki sistem pengaman yang akan diteruskan apabila menerima pesan non verbal yang tidak selaras. Dalam hal ini, wajah merupakan bagian tubuh yang paling sering menunjukkan sinyal kebohongan.

Tanda-Tanda Orang Berbohong

Dianata menyebutkan, dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh para pakar komunikasi non verbal,terdapat persamaan hasil tentang tanda-tanda orang berbohong. Tanda-tanda tersebut bersifat universal dan sangat sulit untuk dimanipulasi. Artinya, kasusnya hampir sama untuk semua orang di belahan bumi mana pun.

Namun, ada beberapa pengecualian, bergantung dari budaya yang melingkupinya. Dianata dalam bukunya hanya membahas tanda-tanda kebohongan yang bersifat universal, tidak memandang budaya tertentu, juga tidak memandang kebiasaan dan kelainan saraf. Berikut ini penjelasan 2 dari 6 tanda untuk membaca bahasa tubuh orang yang berbohong.

1. Menutup mulut dan terbatuk

Menutup mulut merupakan salah satu gerakkan yang paling sering digunakan anak- anak ketika berbohong. Orang dewasa pun sering melakukan hal yang sama. Selain menutup mulut, banyak juga orang yang menyamarkan kebohongannya dengan pura-pura batuk. Padahal, dia tidak sedang terkena penyakit batuk.

Keinginan untuk menutup mulut merupakan gerak refleks yang terjadi dengan sendirinya. Saat itu, tanpa disadari, otak menyuruh tangan untuk menghentikan kata-kata bohong yang diucapkan.

Charles Darwin juga pernah menuliskan bahwa isyarat keheranan dan menyembunyikan sesuatu, tergambar dengan meletakkan tangan di mulut. Sikap ini seperti hendak menghentikan kata-kata yang baru saja keluar. Sama halnya dengan seseorang yang tertawa terlalu keras. Ketika merasa telah melakukan tindakan yang berlebihan dan itu bukan sesuatu yang baik, secara tidak sadar dia akan menutup mulutnya, seperti hendak menghentikan tawanya.

Namun, apabila Anda mendapati orang menutup mulutnya sewaktu Anda sedang berbicara, berarti dia merasa Andalah yang sedang berbohong kepadanya. Hal itu terjadi karena dia merasa heran dan cemas mengapa Anda berbohong.

Secara tidak sadar, dia menutup mulutnya sendiri. Biasanya, gerak isyarat ini juga dikombinasikan dengan gerak tangan ke bagian wajah lainnya. Untuk melatih dan mengetahui gerak isyarat ini, ada baiknya Anda berdiri di tempat umum dan memerhatikan dua orang atau lebih yang sedang berbincang-bincang.

Jika komunikasi tersebut berjalan dengan mulus, Dalam arti tidak ada yang berbohong, kemungkinannya, Anda tidak akan menemukan gerak isyarat tersebut. Akan tetapi, jika perbincangan itu dipenuhi dengan kebohongan, Anda akan menemukannya dengan mudah.

2. Menyentuh hidung

Dianata juga menjelaskan gerakan ini relatif lebih halus dibandingkan dengan tindakan menutup mulut. Orang yang sedang berbohong, dengan sendirinya akan melakukan gerakan mengusap bagian bawah hidung, baik secara lambat maupun cepat. Jika gerakan ini dilakukan dengan cepat, Anda akan kesulitan melihatnya.

Biasanya, gerakannya hanya lengan dan lembut di bagian bawah hidung, bukan menggosoknya dengan keras atau menggaruk hidung. Akan tetapi, Anda harus hati-hati dengan gerak isyarat ini karena bisa saja hidung lawan bicara Anda memang sedang gatal.

Penjelasan seperti ini, sewaktu pikiran negatif (berbohong) memasuki alam bawah sadar, otak serta-merta akan menyuruh tangan untuk menutup mulut. Hal ini merupakan respons dari mulut yang baru saja mengucapkan kata-kata yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Akan tetapi, saat terakhir tangan menuju mulut-agar usahanya tidak terlalu jelas terlihat menutup mulut-tangan ditarik menjauhi wajah. Hasilnya adalah sentuhan cepat di hidung. Biasanya, gerakan ini terjadi secara alamiah sehingga orang kadang terkecoh kalau sebenarnya gerakan ini menunjukkan kebohongan sendiri.

Teori lainnya menunjukkan bahwa saat berbohong, ujung saraf halus dalam hidung terasa gatal. Untuk menghilangkannya, orang akan mengusapnya, tetapi dengan usapan halus dan lembut.

Demikian penjelasan 2 tanda untuk membaca bahasa tubuh orang yang berbohong. Untuk tanda-tanda lainnya akan dijelaskan pada tulisan selanjutnya. (MZN)