Sejarah Perkembangan NFT dari Masa ke Masa (3)

222

Pada dua bagian tulisan sebelumnya, telah dijelaskan bahwa sejarah perkembangan NFT dari masa ke masa yang terbagi ke dalam tiga era; era Before Cryptokitties (2012-2016), Era Cryptokitties dan Cyptopunks (2017-2021), dan era Decentraland (Metaverse) (2021-masa depan).

Untuk era pertama, yaitu Before Cryptokitties berlangsung pada periode tahun 2012-2016 ditandai dengan lahirnya karya cipta Kevin McCoy. Ia merupakan seorang seniman gambar digital telah berhasil menciptakan NFT untuk pertama kalinya yang dikenal dengan nama “NFT-Quantum” yang bertepatan pada 3 Mei 2014.

Adapun era kedua NFT, yakni Cryptokitties dan Cyptopunks yang berlangsung pada tahun 2017-2021 ini memasuki era kejayaan NFT setelah jaringan blockchain Ethereum lahir pada tahun 2015. Lalu mulai dikembangkan oleh pengembang NFT sebagai jaringan blockchain utama dalam menciptakan NFT.

Dalam buku NFT & Metaverse: Blockchain, Dunia Virtual & Regulasi karya Sugiharto, Musa, dan Falahuddin (2022: 11-13), saat ini, NFT memasuki era Decentraland (Metaverse)  yang dimulai dari tahun 2021 hingga masa depan yang tidak ditentukan kapan berakhirnya.

Kini, perlahan namun pasti, perkembangan NFT yang semakin pesat sudah mencuri perhatian dari komunitas cryptocurrency dan blockchain untuk terus mengembangkan ekosistem NFT yang aman, skalabilitas dan desentralisasi. Pengembangan NFT yang secara nyata pun terus dilakukan sampai pada masanya NFT digunakan secara luas pada dunia metaverse.

Pengembangan metaverse merupakan terobosan yang sangat fenomenal bagi perkembangan NFT yang digunakan sebagai aset digital di dunia metaverse. Proyek metaverse yang cukup terkenal adalah Decentraland yang awal pengerjaannya sudah dilakukan pada akhir tahun 2015 oleh Argentinians Ari Meillich dan Esteban Ordano.

Decentraland merupakan permainan virtual online yang secara tidak sengaja mewujudkan dunia nyata ke dalam dunia metaverse di mana pemain atau karakter di dalamnya dapat berinteraksi satu dengan yang lain.

Berdasarkan dari proposal whitepaper resminya yang berjudul “Decentraland: A Blockchain-Based Virtual World” Decentraland didefinisikan sebagai “Virtual reality platform powered by the Ethereum blockchain”.

Poin utama dari Decentraland yang menjadikannya berbeda dengan permainan virtual lainnya adalah:

1. Semesta Digital (Metaverse)

Seperti yang telah dibahas di atas, Decentraland sudah berhasil menciptakan metaverse yang di mana seorang pemain dapat menjelajah semesta digital seperti halnya pada dunia nyata.

2. Digital Advertising

Sama seperti halnya pada dunia nyata, Decentraland menghadirkan papan iklan virtual yang hanya hadir pada dunia metaverse. Hal ini memungkinkan merek-merek terkenal seperti Burberry, Nike, Gucci dan Louis Vuitton dapat memasang iklan pada dunia metaverse tersebut.

3. Digital Collectibles

NFT digunakan sebagai aset digital yang dapat dimiliki oleh pemain. Dengan begitu perburuan NFT di dunia metaverse akan semakin ramai seiring bertambahnya populasi yang tinggal di dalam dunia metaverse tersebut.

Perkembangan NFT di masa depan akan sangat bergantung pada bagaimana ekosistem pendukung tersebut dibuat, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, NFT yang digunakan sebagai aset digital yang berharga pada dunia metaverse sedikit banyak akan memengaruhi suplai dari NFT itu sendiri.

Dapat dikatakan dengan semakin langkanya NFT, maka akan semakin mahal harga NFT tersebut, hal ini juga yang menjadi perhatian utama bagi masyarakat untuk menginvestasikan dana mereka pada aset digital seperti NFT.

Begitulah dinamika sejarah perkembangan NFT dari masa ke masa. Tentu ke depan, NFT akan terus berkembang dengan sesuatu yang tidak mudah untuk diprediksi. (MZN)