Prinsip Demokrasi dalam Dunia Pendidikan

462
Foto: Kompas

Indonesia adalah salah satu negara yang menganut sistem demokrasi. Segala aspek kehidupan hampir tidak lepas dari nilai-nilai yang yang terkandung dalam demokrasi, termasuk juga dalam dunia pendidikan.

Dalam pemerintahan demokrasi, demokrasi harus dijadikan filsafat hidup yang harus ditanamkan kepada setiap peserta didik. Menurut Muhammad Anwar dalam buku Filsafat Pendidikan (2015: 137-139), demokrasi pendidikan dalam pengertian luas patut selalu dianalisis sehingga memberikan manfaat dalam praktik kehidupan dan pendidikan yang mengandung tiga hal sebagaimana penjelasan berikut ini.

1. Rasa Hormat Terhadap Harkat Sesama Manusia

Demokrasi pada prinsip ini dianggap sebagai pilar pertama untuk menjamin persaudaraan dan hak manusia dengan tidak memandang jenis kelamin, umur, warna kulit, agama, dan bangsa.

Dalam pendidikan, nilai-nilai inilah yang ditanamkan dengan tidak memandang perbedaan antara satu dengan yang lainnya, baik hubungan antara sesama peserta didik, atau hubungan antara peserta didik dengan gurunya yang saling menghargai dan menghormati.

2. Setiap Manusia Memiliki Perubahan ke Arah Pemikiran yang Sehat

Dari acuan prinsip inilah, timbul pandangan bahwa manusia itu harus dididik, karena dengan pendidikan itu manusia akan berubah dan berkembang ke arah yang lebih sehat, baik, dan sempurna. Oleh karena itu, sekolah sebagai lembaga pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kemampuan anak atau peserta didik untuk berpikir dan memecahkan persoalan-persoalannya sendiri secara teratur, sistematis, dan komprehensif serta kritis.

Sehingga, anak atau peserta didik memiliki wawasan, kemampuan, dan kesempatan yang luas. Dalam proses seperti itu, diperlukan sikap yang demokratis dan tidak terjadi pemaksaan pandangan terhadap orang lain. Sikap dalam pendidikan yang mengajak setiap orang untuk berpikir lebih sehat seperti ini akan melahirkan warga negara yang demokratis di pemerintahan yang demokrasi.

3. Rela Berbakti untuk Kepentingan dan Kesejahteraan Bersama

Demokrasi dalam dunia pendidikan tidak berarti setiap orang dibatasi oleh kepentingan individu-individu lain. Dengan kata lain, seseorang menjadi bebas karena orang lain menghormati kepentingannya.

Oleh karena itu, seharusnya tidak ada seseorang yang karena kebebasannya berbuat sesuka hatinya sehingga merusak kebebasan orang lain dan/atau kebebasan dirinya sendiri. Dengan adanya norma-norma atau aturan serta tata nilai yang terdapat di masyarakat itulah, yang membatasi dan mengendalikan kebebasan setiap orang.

Selain itu, warga negara yang demokratis akan dapat menerima pembatasan kebebasan itu dengan rela hati dan orang lain dapat merasakan kebebasan yang didapat setiap warga negara tadi. Artinya, tiap-tiap warga negara hendaknya memahami kewajibannya sebagai anggota masyarakat dan sebagai warga negara.

Lebih jauh, suatu negara demokrasi bertujuan untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya. Kesejahteraan dan kebahagiaan hanya akan dapat tercapai, apabila setiap warga negara atau anggota masyarakat dapat mengembangkan tenaga atau pikirannya untuk memajukan kepentingan bersama.

Kebersamaan dan kerja sama inilah pilar penyangga demokrasi, yang selalu menggunakan dialog dan musyawarah sebagai pendekatan sosialnya dalam setiap mengambil keputusan untuk mencapai tujuan kesejahteraan dan kebahagiaan tersebut.

Demikian penjelasan tentang prinsip demokrasi dalam dunia pendidikan yang berfokus pada saling menghormati, bersedia untuk berubah, dan rela demi kepentingan bersama. (MZN)