Post Holiday Blues: Gejala Awal dan Tips Mengatasinya

359
Post Holiday Blues
Unsplash

Setelah berlibur sejenak dan mengambil jarak dari kesibukan sehari hari, harusnya kamu merasa lebih bersemangat untuk bekerja. Namun, bagaimana jika yang terjadi malah sebaliknya? Hati-hati, bisa jadi ini pertanda kamu mengalami post holiday atau vacation blues.

Menurut laporan dari Healthline, inilah yang umumnya dialami pekerja di Amerika Serikat setelah liburan musim dingin. Di sisi lain, di Indonesia, gejala ini lebih mungkin terjadi setelah liburan panjang seperti Lebaran dan Tahun Baru.

Mengenal Post Holiday Blues

Post Holiday Blues adalah sindrom di mana otak masih belum menerima kehilangan hal-hal yang menyenangkan selama liburan dan merangsang otak untuk beristirahat. Healthline mencatat, diantara penyebab seseorang mengalami sindrom ini adalah kebahagiaan yang dirasakan saat liburan biasanya tidak bertahan lama.

Menjelang liburan berakhir, tanpa disadari dirimu bisa langsung berubah dan tiba tiba merasakan galau, sedih, dan kesepian. Kamu seperti sedang terkejut dan tidak siap menjalani rutinitas seperti semula dan adanya rasa enggan mengakhiri liburan.

Lamanya post holiday blues ini berlangsung berbeda pada setiap orang. Ada yang cepat maupun berkepanjangan.

Munculnya Gejala Berikut

Gejala yang muncul pada sindrom ini tidak jauh berbeda dengan gangguan kecemasan ataupun gangguan emosi. Berikut beberapa gejala di antaranya.

  • insomnia
  • mudah lelah
  • kesulitan berkonsentrasi
  • kecemasan
  • perasaan sedih yang berkelanjutan

Bedanya, gejala ini baru muncul setelah liburan terlewati. Hal ini dikarenakan perasaan liburan telah usai dan kamu harus segera kembali menjalani kehidupan normal sehari-hari. Kamu tidak lagi merasakan kebahagiaan dan keseruan yang sama seperti saat berlibur.

Akibatnya, sindrom ini membuatmu kehilangan daya semangat untuk kembali menjalani kehidupan normal sehari hari. Tentu saja, ini akan berimbas buruk pada produktifitas pekerjaanmu.

Kiat Mengatasi Post Holiday Blues

Untuk mengatasi sindrom post holiday blues, kamu bisa coba melakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Susun Rencana Liburan Kedepannya

Sindrom yang mungkin kamu alami saat ini membuat dirimu menantikan waktu liburan berikutnya. Bagian paling menyenangkan dari liburan mungkin bukan esensi liburan itu sendiri, tetapi saat-saat menjelang momen itu.

Menurut sebuah penelitian Applied Research in Quality Of Life, merencanakan perjalanan dapat meningkatkan kebahagiaan. Jadi, jika kamu sedang sedih atau tidak ingin bekerja setelah liburan, coba hibur dirimu dengan merencanakan destinasi liburan selanjutnya.

Sekalipun waktu menunggu liburan berikutnya masih lama, hal tersebut dipercaya dapat membantu kamu menjadi semangat beraktivitas kembali.

2. Istirahat Yang Cukup

Liburan terkadang membuat seseorang menjadi penat akibat kelelahan. Kondisi ini tentu bisa memperparah Post-Holiday Blue Syndrome yang dialami. Istirahat yang cukup dan luangkan waktu untuk bersantai di rumah setelah berlibur bisa menjadi alternatif mengatasi kelelahan.

Ada beberapa cara untuk melakukannya, mulai dari membaca buku, mendengarkan musik, atau menonton film.

3. Lakukan ‘Me Time’

Coba lakukan aktivitas sederhana untuk mengurangi rasa stres yang dirasakan. Misalnya dengan berolahraga yang selama ini sempat tertunda akibat tak ada waktu luang.

Selain untuk merawat tubuh, olahraga juga dapat menjadi cara ampuh untuk melepas penat dan stres setelah sibuk bekerja. Apabila tidak menyukai aktivitas olahraga di rumah, kamu bisa melakukannya di alam terbuka dengan udara yang lebih segar dan pemandangan yang bagus.

4. Rekam Momen Favorit

Saat kamu pulang dari liburan panjang dan kembali ke rutinitas harian, lihat kembali foto dan video yang kamu rekam selama liburan. Pilih momen terpenting dalam perjalanan lalu dibingkai untuk dipajang di sudut menarik rumah atau bisa dengan mengunggah ke media sosial sebagai portofolio liburanmu.

Melihat kembali foto dan video yang kamu ambil selama liburan dapat membangkitkan nostalgia dan kebahagiaan pada dirimu.

5. Mencari Bantuan Expert

Sindrom post holiday blues biasanya terjadi dalam rentang waktu yang singkat, sehingga beberapa langkah di atas bisa diterapkan untuk mengatasi suasana hati tersebut.

Walau begitu, ada kalanya sedih dan stres yang kamu rasakan menjadi berkepanjangan, sehingga membutuhkan bantuan expert atau dokter. Biasanya, dokter mungkin akan menawarkan terapi atau meresepkan obat, termasuk antidepresan.

Baca juga: Langkah Cerdik Kelola Keuangan, Dompet Aman Setelah Lebaran

Cara Mencegah Post Holiday Blues

Kunci efektif mencegah post holiday blues ialah dengan menyadari bahwa kamu bisa saja mengalami sindrom ini. Dengan begitu kamu mampu menemukan cara untuk belajar menyesuaikannya kebalikannya daripada melawan perasaan yg muncul.

Saat kamu mempersiapkan liburan, saran dan rekomendasi yang bisa kamu lakukan adalah:

  • Mengagendakan waktu luang untuk membaca buku atau menonton film yang sudah lama ingin dinikmati.
  • Merencanakan liburan akhir pekan bersama orang terdekat.
  • Mengatur ulang cara menghabiskan malam hari setelah bekerja, agar menjadi aktivitas yang disukai.

Apapun yang hendak kamu putuskan, ingatlah bahwa perencanaan ke depan merupakan kunci utama mencegah post holiday blues.

Diolah dari berbagai sumber.
Wachid Ervanto.