Omicron; Covid Varian Baru Menjelang Nataru

242
Omicron; Covid Varian Baru Menjelang Nataru
Photo by Victor He on Unsplash

Wabah virus Covid -19 kian lama kian mereda. lambat laun masyarakat mampu memahami pentingnya bahaya yang mengancam nyawa mereka. Begitu cepatnya penyebaran virus Covid -19, dari awal mula Indonesia belum terjamah sampai menggila bak teror yang mengancam nyawa bangsanya.

Kini masyarakat berbondong-bondong mengikuti program vaksin yang diwajibkan oleh pemerintah guna memberikan daya tahan tubuh untuk mencegah penularan virus Covid -19. Namun meski demikian, upaya terbaik untuk menghindari penularan virus Covid-19 adalah dengan tetap melakukan protokol kesehatan.

Perayaan Akhir Tahun Yang Dinantikan

Akhir tahun menjadi salah satu momen paling dinantikan banyak orang, dimana selalu ada kehangatan bersama orang tua, sanak keluarga, atau kerabat. Ditambah akhir tahun bertepatan dengan suasana libur panjang mulai dari Hari Raya Natal dan Tahun Baru, sehingga sekolah dan beberapa perkantoran mendapatkan libur nasional.

Ajang liburan NATARU (Natal dan Tahun Baru) merupakan kesempatan terbaik untuk menikmati liburan bersama orang terkasih; berbagi kado saat Natal, traveling, kuliner, menyalakan atau menikmati pesta kembang api, dan lain sebagainya.

Baca juga: Libur Nataru 2021: Antisipasi Mudik dan Ancaman Virus Omicron

Pada tahun lalu masyarakat harus bersabar menikmati perayaan NATARU di rumah masing-masing, karena tingginya kasus Corona mengakibatkan pemerintah mengambil sikap tegas untuk membatasi sosial masyarakat dalam menekan kasus Covid-19.  Pada tahun 2021, lonjakan perayaan NATARU diperkirakan akan meningkat drastis lantaran grafik kasus Corona yang mulai meredam saat ini. Sayangnya, masyarakat dihebohkan dengan varian baru Covid-19, Omicron.

Varian Omicron Coronavirus

Dilansir dari Covid19.go.id, varian Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan. Kasus Omicron juga sudah terdeteksi di beberapa negara sejak pertama kali ditemukan di Benua Afrika. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, varian B.1.1.529 atau Omicron pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021.

WHO menjelaskan, varian Omicron memiliki sejumlah besar mutasi yang sangat mengkhawatirkan. Bukti awal menunjukan peningkatan risiko infeksi ulang dengan varian ini dibandingkan dengan varian of concern (VOC) lainnya yang menyebabkan peningkatan penularan serta kematian dan bahkan dapat mempengaruhi aktivitas vaksin. Sebelum Omicorn, WHO telah menetapkan varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta sebagai VOC.

Beberpa sumber menyebutkan, kasus pertama penularan Omicron di Indonesia sendiri bermula terdeteksi dari petugas kebersihan RS Wisma Atlet Kemayoran. Namun, setelah dianalisis kembali tenyata petugas kebersihan tersebut tertular dari WNI  yang datang dari Nigeri pada tanggal 27 November 2021 yang melakukan karantina di Wisma Atlet.

Hal tersebut diperkuat dari berita yang dikutip pada laman CNNIndonesia.com, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat (Kemenkes), Widyawati menjelaskan, bahwa menurut kasus WNI yang positif Covid-19 di Wisma Atlet ada 169 WNI dari luar negeri yang melakukan karantina antara 24 November hingga 3 Desember 2021, dan setelah di tracing terdapat satu orang yang probable tertular Omicorn.

Gejala Varian Omicorn

Covid-19 varian Omicron disebut-sebut berbeda dibandingkan dengan virus Corona varian lainnya, berikut beberapa gejalanya:

  • Tenggorokan gatal bukan batuk
  • Gejala seperti flu
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot (myalgia) di banyak bagian tubuh
  • Kelelahan
  • Tidak keilangan perasa dan penciuman
  • Demam seperti flu
  • Berkeringat di malam hari

Walapun dari gejala-gejala tersebut sangat familiar tentu masyarakat perlu mengantisipasi dan mewaspadai penyebaran virus varian Omicron. Begitu juga untuk seluruh masyarakat yang nanti akan merayakan NATARU, diharap untuk tetap patuhi protokol kesehatan dan jaga diri baik-baik kesehatan jasmani dan rohani, karena bagaimana pun kesehatan merupakan suatu hal yang patut kita syukuri dan kita jaga. Seperti kata pepatah, “lebih baik menjaga dari pada mengobati.”

Penulis: Naufal Imam Hidayatullah