Mensintesakan Madrasah Sebagai School of Tomorrow

445
Madrasah
Humas Pendis

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tantangan Pendidikan Abad Ini

Salah satu fungsi utama pendidikan adalah mengubah kehidupan menjadi lebih baik. Sebagai lembaga pendidikan, madrasah selalu memiliki tantangan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, madrasah harus dinamis untuk beradaptasi dengan setiap perubahan yang terjadi di masyarakat.

Perubahan masyarakat khususnya dunia usaha dan industri menuntut kurikulum untuk selalu ditinjau ulang dalam penerapannya meskipun kurikulum yang diterapkan sudah baik. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mencari solusi terkait sistem pendidikan dalam memajukan dan meningkatkan mutu Pendidikan madrasah.

Upaya peningkatan mutu pendidikan dilakukan melalui berbagai pendekatan, baik kelembagaan maupun pemberdayaan sumber daya manusia. Milestone penting tersebut terletak pada UU Sisdiknas No. 20/2003, melalui undang-undang ini, Madrasah diakui oleh pemerintah sebagai sekolah umum berciri Islam yang diselenggarakan oleh Departemen Agama.

Misalnya dalam pasal 18 ayat 3 disebutkan, pendidikan sekolah menengah berupa Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Atas Agama Islam dan aray Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Artinya, kebijakan yang ada di SMK, berlaku juga untuk MAK.

Sebagai adaptasi terhadap perubahan dunia industri, beberapa terobosan telah dilakukan. Memasuki industri pada tahun 2000, pemerintah memberlakukan kurikulum 1998 dengan konsep link and match. Artinya program, proses dan hasil pendidikan vokasi lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Perubahan orientasi pengelolaan pendidikan vokasi yang mencakup 10 poin, antara lain perubahan dari supply-driven menjadi demand-driven, pengembangan program berbasis kompetensi, menghilangkan hambatan yang memisahkan sekolah dan dunia usaha/industri, menginisiasi multi-entry-exit sertifikasi sistem dan kompetensi, serta mempromosikan Unit Produksi.

Pendidikan vokasi terus beradaptasi dengan perubahan yang ada. Memasuki tahun 2020, Pendidikan Vokasi melalui rencana “Pendidikan Vokasi Menuju 2020” jauh lebih fleksibel. Sekolah Menengah Kejuruan tidak lagi sekedar Pendidikan Vokasi, tetapi juga Pendidikan dan Pelatihan. Hal ini menandai terbentuknya kurikulum pendidikan berbasis kompetensi.

Perubahan Peta Mutu SDM di Abad 21

Menurut laporan Forum Ekonomi Dunia, perusahaan akan mengubah tugas, pekerjaan, dan keterampilan pada tahun 2025. Empat puluh tiga persen bisnis yang disurvei menunjukkan bahwa mereka akan mengurangi tenaga kerja mereka karena integrasi teknologi, 41% berencana untuk memperluas penggunaan kontraktor untuk pekerjaan

khusus tugas, dan 34% berencana untuk memperluas tenaga kerja mereka karena integrasi teknologi.

Dalam laporan yang sama, pengusaha memperkirakan bahwa pada tahun 2025, peran yang semakin berlebihan akan menurun dari 15,4% dari angkatan kerja menjadi 9% (penurunan 6,4%), dan bahwa profesi yang muncul akan tumbuh dari 7,8% menjadi 13,5% (pertumbuhan 5,7%) dari jumlah karyawan dasar responden perusahaan.

Baca juga: 5 Hal Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Studi di Luar Negeri

Diperkirakan pada tahun 2025, 85 juta pekerjaan mungkin tergeser oleh pergeseran pembagian kerja antara manusia dan mesin, sementara 97 juta peran baru mungkin muncul yang lebih disesuaikan dengan pembagian kerja baru antara manusia, mesin, dan algoritme. Dari fenomena ini, ada kesenjangan keterampilan.

Rata-rata, perusahaan memperkirakan bahwa sekitar 40% pekerja akan memerlukan pelatihan ulang selama enam bulan atau kurang dan 94% pemimpin bisnis melaporkan bahwa mereka mengharapkan karyawan untuk mengambil keterampilan baru di tempat kerja, meningkat tajam dari 65% pada tahun 2018.

Pertanyaan selanjutnya mungkin, pekerjaan apa yang akan datang? Data dari Future of Jobs Survey Forum menunjukkan bahwa pekerjaan masa depan terkait dengan adopsi teknologi baru di antara perusahaan yang disurvei.

Pilihan teknologi yang diatur disajikan sesuai dengan kemungkinan perusahaan untuk mengadopsinya pada tahun 2025. Komputasi awan, Big Data, dan e-commerce tetap menjadi prioritas tinggi, mengikuti tren yang ditetapkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Bersambung…

Penulis: Hasyim Habibi
(M. Hasim Habibil M, M.B.A)
(Co-Founder & CEO AXAR School)