Menjaga Kesehatan Mental di Era New Normal Secara Islami

154
Kesehatan Mental

Lebih dari setahun pandemi Covid-19 melanda dunia, tak terkecuali negara kita tercinta Indonesia. Hal tersebut menyebabkan banyak negara dari belahan dunia menerapkan berbagai kebijakan guna mencegah penyebaran virus Covid-19 lebih lanjut.

Salah satu pemberlakuan kebijakan yang banyak dilakukan oleh negara-negara yang terinfeksi virus tersebut yaitu Lockdown. Di Indonesia sendiri, ada beberapa pemberlakuan kebijakan yang dilakukan secara bertahap guna mengantisipasi virus Covid-19 yang terus menerus menyebar. Kebijakan-kebijakan tersebut diataranya Lockdown, PSBB dan PPKM.

Konteks Pandemi Covid-19 dalam Islam

Dalam konteks agama Islam hadirnya pandemi Covid-19 yang melanda hampir di seluruh belahan dunia ini merupakan ketetapan dan takdir dari Allah Swt, akan tetapi manusia juga memiliki daya dan kuasa untuk merespon serta mengambil tindakan dalam menghadapi hadirnya virus ini.

Manusia memiliki daya untuk membaca mengenai apa itu virus Covid-19, bagaimana ciri-cirinya, kekuatan dan kelemahannya yang kemudian dapat dijadikan sebagai sebuah rancangan tentang bagaimana cara menghentikan penyebaran serta cara menanggulanginya.

Hingga pada akhirnya, rancangan tersebut harus diteliti lebih lanjut mengenai keefektifannya dalam menanggulangi penyebaran virus Covid-19 ini.

Dampak Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang terus menyebar memiliki dampak yang luar biasa bagi kehidupan manusia, tidak hanya menyerang salah satu bidang, melainkan berbagai bidang dalam kehidupan manusia, baik dari segi ekonomi, sosial kemasyarakatan, serta kesehatan. Bukan hanya menyerang kesehatan secara fisik melainkan juga menyerang kesehatan mental tiap individu (Indriati, 2020).

Selain menimbulkan perasaan takut, efek psikologis yang ditimbulkan juga berdampak serius seperti meningkatnya rasa stres dan kecemasan. Selain itu adanya pemberlakuan kegiatan karantina bagi orang yang terindikasi virus Covid-19 serta perubahan rutinitas sehari-hari juga menyebabkan timbulnya rasa kesepian, penggunaan alkohol, depresi hingga yang paling fatal yaitu perilaku bunuh diri. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk menjaga kesehatan mental.

Kesehatan mental adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri, baik dengan diri sendiri, orang lain, masyarakat serta lingkungan dimana dia hidup. Kesehatan mental merupakan kondisi setiap individu yang berada dalam fase keadaan yang sejahtera, mampu mengenali potensi diri, menghadapi tekanan sehari-hari serta berkontribusi di lingkungan sosialnya (Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 2020).

Tiga Hal Menghindari Gangguan Kesehatan Mental

Dari perspektif Islam, ada 3 hal utama yang dapat dilakukan guna menghindari gangguan kesehatan mental di era new normal yaitu Iman, Aman dan Imun. Iman berarti menjalankan ibadah sesuai syariat agama.

Aman berarti perasaan serta keadaan yang dapat dirasakan apabila kita menaati ketentuan atau aturan yang berlaku seperti memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta mencuci tangan dengan sabun.

Sedangkan Imun berarti pertahanan pada organisme untuk melindungi tubuh dari pengaruh biologis luar. Menjaga imun dapat dilakukan dengan olahraga secara teratur, istirahat yang cukup, tidak panik, serta makan makanan yang bergizi. (Neuron, 2021)

Baca juga: Zoom dan Fenomena New Normal

Mindfulness Dalam Islam

Mindfulness merupakan salah satu cara yang cukup ampuh dan efektif dalam menjaga kesehatan mental.  Mindfulness sering diartikan sebagai salah satu jenis meditasi yang bertujuan untuk memfokuskan terhadap suatu keadaan sekitar serta emosi yang dirasakan agar nantinya dapat diterima secara terbuka.

Dalam Islam mindfulness lebih dikenal dengan MuraqabahMuraqabah ialah suatu keadaan dimana seseorang merasa sangat waspada, memiliki kesadaran diri (self-awareness) bahwasanya dirinya terhubung dengan Allah Swt melalui hati, pikiran dan tubuhnya.

Untuk melatih mindfulness ada beberapa cara yang dapat dilakukan, salah satunya mindfulness spiritual ala Al-Ghazali yaitu, Do’a (Memohon kepada Allah Swt), Dhikr (Mengingat Allah dengan berdzikir), Qira’at (Membaca Al-Qur’an) serta Fikr (Berkontemplasi, merenung dan merefleksi).

Strategi Menjaga Kesehatan Mental di Era New Normal Dalam Perspektif Islam

Rasa khawatir, cemas dan stress yang berlebihan hingga mengakibatkan depresi merupakan gejala yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19. Sehingga perlu adanya penanganan lebih lanjut agar nantinya tidak mengakibatkan gangguan kesehatan mental yang lebih serius.

Berikut strategi yang dapat dilakukan guna menjaga kesehatan mental agar dapat beraktivitas secara produktif di era new normal menurut perspektif Islam, diantaranya yaitu:

  1. Tetap dalam kondisi yang tenang
  2. Mengendalikan pikiran, karena situasi seperti ini tidak dialami oleh diri kita sendiri
  3. Fokus terhadap apa yang ingin dilakukan saat ini, janganlah fokus atas keterpurukan maupun masalah lainnya yang bersifat kompleks.
  4. Jangan mengurung atau menarik diri, harus merasa yakin mengembangkan sikap optimisme bahwa kita dapat menghadapinya.
  5. Jangan lelah mencari dukungan kepada orang lain terutama keluarga.
  6. Mengapresiasi terhadap segala sesuatu yang sudah kita lakukan.
  7. Fokus terhadap pengembangan diri

REFERENSI

Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, F. P. U. A. (2020). Tetap Sehat Mental selama Masa Pandemi Covid-19. 27.

Indriati, D. S. (2020). Menjaga kesejahteraan psikologis di Era New Normal. Jurnal Kesehatan, 1–4.

Neuron. (2021). LIVESTREAM & QnA: Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi. https://www.youtube.com/watch?v=bLvNYM82QUk

Penulis: Sri Sufiharti