Mengenal Macam-macam Intelegensi dan Alat Tesnya

572
Foto: Junilearning

Apakah kamu akrab atau asing dengan kata “intelegensi”? Istilah ini berkaitan erat dengan kemampuan pikiran milik manusia. Tentu saja bukan sembarang pikiran dapat disebut sebagai intelegensi.

Dr. Halim Purnomo (2019: 168-169) dalam buku Psikologi Pendidikan menjelaskan, intelegensi dapat difungsikan dengan cepat dan tepat untuk mengatasi suatu situasi/untuk memecahkan suatu masalah. Dengan kata lain, intelegensi adalah situasi kecerdasan pikir, sifat-sifat perbuatan cerdas (inteligen).

Secara istilah, pengertian intelegensi menurut L.M. Terman merupakan kemampuan berfikir dalam arti memikirkan hal-hal abstrak. Sedangkan Alfred Binet menerangkan bahwa intelegensi itu mencakup aktivitas memahami, berpendapat, mengontrol, dan mengkritik.

Setidaknya intelegensi dibagi menjadi dua macam, sebagaimana berikut.

Pertama, intelegensi terikat dan bebas.

Inteligensi terikat merupakan intelegensi suatu makhluk yang bekerja dalam situasi-situasi pada lapangan pengamatan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan vital yang harus segera dipuaskan.

Dalam situasi yang sewajarnya boleh dikatakan tetap keadaannya maka dikatakan terikat. Perubahan mungkin dialami juga, kalau perbuatannya senantiasa diulang kembali. Misalnya, inteligensi binatang dan anak-anak yang belum berbahasa.

Sedangkan intelegensi bebas, terdapat pada manusia yang berbudaya dan berbahasa. Dengan inteligensi, orang selalu ingin mengadakan perubahan-perubahan untuk mencapai suatu tujuan. Kalau tujuan telah dapat dicapai, manusia ingin mencapai tujuan yang lain lebih tinggi dan lebih maju. Untuk hal-hal tersebut manusia menggunakan inteligensi bebas.

Kedua, intelegensi menciptakan (kreatif) dan meniru (eksekutif)

Intelegensi mencipta ialah kesanggupan menciptakan tujuan-tujuan baru dan mencari alat-alat yang sesuai guna mencapai tujuan. Inteligensi kreatif ini menghasilkan penemuan baru, seperti kereta api, radio, listrik, kapal terbang dan sebagainya.

Adapun intelegensi meniru yaitu kemampuan menggunakan dan mengikuti pikiran atau hasil penemuan orang lain, baik yang dibuat, yang diucapkan maupun yang ditulis.

Selanjutnya, Dr. Halim Purnomo (2019: 170) juga menjelaskan macam-macam model yang dapat digunakan untuk mengetes intelegensi seseorang.

1) Model Tes Binet-Simon

2) Model Tes Tentara (Army Mental Test) di Amerika.

3) Model Mental Tes

Jenis tes ketiga ini tidak hanya menyelidiki kecerdasan saja, tetapi untuk menyelidiki keadaan jiwa dan kesanggupan jiwa. Jadi, dengan mental-tes yang diselidiki meliputi pengamatan, ingatan, fantasi, pikiran, kecerdasan, perasaan, perhatian serta kemauan.

Jika demikian maka tes kecerdasan hanya sebagian dari mental-tes. Di dalam mental-tes disusunlah bermacam-macam tes dengan berbagai metode sesuai dengan segi-segi yang diselidiki.

4) Scholastic Test

Tes keempat ini tidak hanya untuk menyelidiki kecerdasan anak, tetapi untuk menyelidiki sampai di mana kemampuan dan kemajuan anak atau kelas dalam mata pelajaran di sekolah.

Tes ini disusun sebagai ujian mengenai mata pelajaran, misalnya: bahasa, berhitung, sejarah, ilmu bumi, ilmu alam, dan sebagainya. Kalau tes ini dilaksanakan dengan tertib dan teratur dapatlah menggantikan sistem ujian yang lazim dilaksanakan sekarang. (MZN)