Mengenal Jenis-jenis Kecerdasan Peserta Didik

229
Foto: Okezone

Dalam dunia pendidikan, memahami karakter peserta didik adalah sesuatu yang urgen terutama bagi para pendidik. Dalam konteks ini, setiap peserta didik memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Kecerdasan peserta didik dalam belajar didasari oleh beberapa jenis kecerdasan, yang dikenal dengan multi kecerdasan.

Maka, seorang pendidik perlu memahami berbagai jenis kecerdasan peserta didik, agar dapat menerapkan strategi pembelajaran yang bervariasi dalam menjembatani proses belajar peserta didik.

Taufiq Eko Yanto, seorang praktisi pendidikan, dalam modul yang berjudul Karakteristik Peserta Didik (2016: 4-12) menjelaskan beberapa jenis kecerdasan yang dimiliki oleh para peserta didik berikut ini.

a. Kecerdasan Linguistik (Linguistic Intelligence)

Kecerdasan Linguistik merupakan kemampuan berpikir dalam bentuk kata-kata dan penggunaan bahasa untuk mengekspresikan dan memberi makna yang kompleks. Biasanya kecerdasan ini dimiliki oleh para pengarang, penyair, jurnalis, pembicara, dan penyiar berita.

Beberapa karakteristik yang ada pada orang yang memiliki kecenderungan kecerdasan bahasa antara lain:

1) Mendengarkan dan merespons setiap suara dan berbagai ungkapan kata;
2) Menirukan suara, bahasa, membaca dan menulis;
3) Belajar melalui menyimak, membaca, menulis serta diskusi;
4) Menyimak secara efektif, memahami, menguraikan, menafsirkan dan mengingat apa yang diucapkan;
5) Membaca secara efektif, memahami, meringkas, menafsirkan atau menerangkan;
6) Berbicara secara efektif kepada beragam pendengar, dengan beragam tujuan, dan mengetahui cara berbicara secara sederhana, fasih, dan bergairah;
7) Menulis secara efektif, memahami dan menerapkan aturan-aturan tata bahasa, ejaan, tanda baca dan kosa kata yang efektif;
8) Memperlihatkan kemampuan untuk mempelajari bahasa lainnya;
9) Menggunakan keterampilan menyimak, berbicara, menulis dan membaca.

b. Kecerdasan Logika Matematika (Logical Mathematic Intelligence)

Merupakan kemampuan dalam menghitung, mengukur dan mempertimbangkan proposisi dan hipotesis, serta menyelesaikan soal-soal matematika. Kecerdasan matematika biasanya dimiliki oleh para ilmuwan, ahli matematika, akuntan, insinyur, dan pemrogram komputer.

Beberapa karakteristik peserta didik yang memiliki kecenderungan kecerdasan matematika antara lain:

1) Merasakan berbagai tujuan dan fungsi mereka dalam lingkungannya;
2) Mengenal konsep-konsep yang bersifat kuantitatif, waktu dan hubungan sebab akibat;
3) Menggunakan simbol-simbol abstrak untuk menunjukkan realita;
4) Menunjukkan keterampilan memecahkan masalah secara logis;
5) Memahami pola-pola dan hubungan-hubungan;
6) Mengajukan dan menguji hipotesis;
7) Menggunakan bermacam-macam keterampilan matematis, seperti memperkirakan, perhitungan logaritma, menafsirkan statistik, dan informasi visual dalam bentuk grafik;
8) Berpikir secara sistematis dengan mengumpulkan bukti, membuat hipotesis dan merumuskan berbagai model;
9) Mengungkapkan ketertarikan dalam karier, seperti akuntansi, teknologi informasi, mesin dan ilmu kimia.

c. Kecerdasan Spasial (Spatial Intelligence)

Kemampuan membangkitkan kapasitas untuk berpikir dalam tiga dimensi seperti yang dilakukan pelaut, pilot, pemahat, pelukis, dan arsitek. Kecerdasan ini memungkinkan seseorang merasakan bayangan eksternal dan internal, melukiskan kembali, mengubah dan memodifikasi bayangan dan objek melalui ruang untuk
menghasilkan suatu gambar/grafik atau pun suatu benda.

Beberapa karakteristik peserta didik yang memiliki kecenderungan kecerdasan spasial antara lain:

1) Belajar dengan melihat dan mengamati;
2) Mengarahkan dirinya pada benda-benda secara efektif dalam ruangan;
3) Merasakan dan menghasilkan sebuah bayangan mental, berpikir dalam gambar dan memvisualisasikan detail;
4) Membaca grafik, bagan, peta, dan diagram visual;
5) Menikmati gambar-gambar tak beraturan, lukisan, ukuran atau objek repro lain dalam bentuk yang dapat dilihat;
6) Menikmati bentukan hasil tiga dimensi, seperti objek origami, jembatan tiruan dan maket;
7) Cakap dalam mendesain secara abstrak;
8) Menciptakan bentuk baru dari media visual spasial.

d. Kecerdasan Kinestetik Tubuh (Bodily Kinesthetic Intelligence)

Kemampuan seseorang untuk menggerakkan suatu obyek dan keterampilan-keterampilan fisik yang halus. Kemampuan atau kecerdasan ini dimiliki oleh para atlit, penari, ahli bedah, dan seniman.

Beberapa karakteristik peserta didik yang memiliki kecenderungan kecerdasan kinestetik antara lain:

1) Menjelajahi lingkungan dan sasaran melalui sentuhan dan gerakan;
2) Mengembangkan kerjasama dan rasa terhadap waktu;
3) Belajar dengan lebih baik, jika terlibat langsung dan berpartisipasi;
4) Menikmati secara konkrit dalam mempelajari pengalaman-pengalaman, seperti perjalanan ke alam bebas, berpartisipasi dalam bermain peran dan permainan ketangkasan;
5) Menunjukkan keterampilan atau mendemonstrasikan keahlian dalam bidangnya.

e. Kecerdasan Musik (Musical Intelligence)

Merupakan kecerdasan yang memiliki sensitivitas pada pola titian nada, melodi, ritme, dan nada seperti yang dimiliki oleh komposer, musisi, kritikus, dan pembuat alat musik, atau seorang pendengar yang sensitif.

Beberapa karakteristik orang yang memiliki kecenderungan kecerdasan musikal antara lain adalah :
1) Mendengar dan merespons dengan ketertarikan terhadap berbagai bunyi;
2) Menikmati dan mencari kesempatan untuk mendengarkan musik atau suara-suara alam dalam suasana belajar;
3) Merespons terhadap musik secara kinestetik;
4) Mengenali dan mendiskusikan berbagai gaya musik, aliran dan variasi budaya;
5) Mengoleksi musik dan informasi mengenai musik dalam berbagai bentuk;
6) Mengembangkan kemampuan menyanyi atau memainkan instrumen secara sendiri;
7) Mengembangkan referensi kerangka berpikir pribadi untuk mendengarkan musik;
8) Mengembangkan improvisasi dan bermain dengan suara/bunyi.

f. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence)

Merupakan kemampuan untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain secera efektif, seperti yang dimiliki oleh guru, pekerja sosial, artis atau politisi yang sukses. Beberapa karakteristik orang yang memiliki kecenderungan kecerdasan interpersonal antara lain adalah :

1) Terikat dengan dan berinteraksi dengan orang lain;
2) Membentuk dan menjaga hubungan sosial;
3) Mengetahui dan menggunakan cara-cara yang beragam dalam berhubungan dengan orang lain;
4) Merasakan perasaan, pikiran, motivasi, tingkah laku dan gaya hidup orang lain;
5) Berpartisipasi dalam kegiatan kolaboratif dan menerima berbagai macam peran yang perlu dilaksanakan;
6) Memengaruhi pendapat dan perbuatan orang lain;
7) Memahami dan berkomunikasi secara efektif, baik secara erbal maupun non verbal;
8) Menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan grup yang berbeda;
9) Mempelajari keterampilan yang berhubungan dengan penengah sengketa;
10) Tertarik pada karir yang berorientasi secara interpersonal, seperti mengajar, pekerjaan sosial dan konseling.

g. Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence)

Merupakan kemampuan untuk membuat persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan menggunakan pengetahuannya untuk merencanakan dan mengarahkan kehidupan seseorang, seperti yang dimiliki oleh ahli agama, ahli psikologi dan ahli filsafat.

Beberapa karakteristik orang yang memiliki kecenderungan kecerdasan intrapersonal antara lain:

1. Sadar akan wilayah emosinya;
2. Menemukan cara-cara dan jalan keluar untuk mengekpresikan perasaan dan pemikirannya;
3. Mengembangkan model diri yang akurat;
4. Termotivasi untuk mengidentifikasi dan memperjuangkan tujuannya;
5. Membangun dan hidup dalam suatu sistem nilai etika (agama);
6. Bekerja mandiri;
7. Mengatur secara kontinu pembelajaran dan perkembangan tujuan personalnya;
8. Berusaha mencari dan memahami pengalaman batinnya sendiri;
9. Berusaha untuk mengaktualisasikan diri;
10. Memberdayakan orang lain (memiliki tanggung jawab kemanusiaan).

h. Kecerdasan Natural (Naturalistic Intelligence)

Merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang terkait dengan lingkungan alam dan merupakan kecerdasan kedelapan dari kecerdasan yang tidak termasuk dalam teori asli Multiple Intelligences dari Gardner.

Kecerdasan ini terkait dengan ensitivitas terhadap alam dan faktor lingkungan, misalnya mudah berinteraksi dengan hewan, mampu memprediksi terjadinya perubahan alam, mudah mengenali berbagai spesies hewan maupun tumbuhan. Kecerdasan ini akan lebih mudah diwujudkan melalui pengumpulan dan penganalisaan suatu subjek yang berhubungan dengan alam. (ZID)