Mengenal 6 Macam Pendekatan Pendidikan Islam

2123
Foto: dok. PP Kebon Jambu Al Islamy

Pendidikan Islam adalah suatu konsep pendidikan yang lahir dari ajaran agama Islam yang memiliki karakteristik tersendiri dibanding konsep pendidikan modal lain. Karakteristik tersebut salah satunya ada pada pendekatan yang digunakan dalam pendidikan Islam.

Dalam konteks ini, yang dimaksud dengan “pendekatan” yaitu proses, perbuatan, dan cara mendekati. Sedangkan pendekatan pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses, perbuatan, dan cara mendekati dan mempermudah pelaksanaan pendidikan.

Menurut Nurhasanah Bakhtiar dalam buku Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum (2018: 261-263), ada beberapa macam pendekatan pendidikan Islam yang dapat dikembangkan oleh para pendidik sebagaimana berikut.

1) Pendekatan Psikologis

Pendekatan ini mengutamakan pada dorongan-dorongan yang bersifat persuasif dan motivatif, yaitu suatu dorongan yang mampu menggerakkan daya kognitif (mencipta hal-hal baru), konatif (daya untuk berkemauan keras), dan afektif (kemampuan yang menggerakkan daya emosional). Ketiga daya psikis tersebut dikembangkan dalam ruang lingkup penghayatan dan pengamalan ajaran agama di mana faktor-faktor pembentukan kepribadian yang berproses melalui individualisasi dan sosialisasi bagi hidup dan kehidupannya menjadi titik sentral perkembangannya.

2) Pendekatan sosial-kultural

Pendekatan ini menekankan pada usaha pengembangan sikap pribadi dan sosial sesuai dengan tuntutan masyarakat, yang berorientasi kepada kebutuhan hidup yang semakin maju dalam berbudaya dan berperadaban. Hal ini banyak menyentuh permasalahan-permasalahan inovasi ke arah sikap hidup yang alloplastis (bersifat membentuk lingkungan sesuai dengan ide kebudayaan modern yang dimilikinya), bukannya bersifat auto plastis (hanya sekadar menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada).

3) Pendekatan Religik

Pendekatan ini membawa keyakinan (aqidah) dan keimanan dalam pribadi anak didik yang cenderung ke arah komprehensif intensif dan ekstensif (mendalam dan meluas). Pandangan yang demikian, terpancar dari sikap bahwa segala, ilmu pengetahuan itu pada hakikatnya adalah mengandung nilai-nilai ke-Tuhanan. Sikap yang demikian harus diinternalisasikan (dibentuk dalam pribadi) dan dieksternalisasikan (dibentuk dalam kehidupan di luar diri pribadinya).

4) Pendekatan historis

Pendekatan ini menekankan pada usaha pengembangan pengetahuan, sikap dan nilai keagamaan melalui proses kesejarahan. Dalam hubungan ini penyajian serta faktor waktu secara kronologis menjadi titik tolak yang dipertimbangkan dan demikian pula faktor keteladanan merupakan proses identifikasi dalam rangka mendorong penghayatan dan pengamalan agama.

5) Pendekatan komparatif

Pendekatan ini melakukan dengan membandingkan suatu gejala sosial keagamaan dengan hukum agama yang ditetapkan selaras dengan situasi dan zamannya. Pendekatan komparatif ini sering diwujudkan dalam bentuk komparatif studi, baik di bidang hukum agama maupun juga antara hukum agama itu sendiri dengan hukum lain yang berjalan, seperti hukum adat, hukum pidana/perdata, dan lain-lain.

6) Pendekatan filosofis

Pendekatan ini berdasarkan tinjauan atau pandangan falsafah. Pendekatan demikian cenderung kepada usaha mencapai kebenaran dengan memakai akal atau rasio. Pendekatan filosofis sering dipergunakan sekaligus dengan pola berpikir yang rasional dan membandingkan dengan pendapat-pendapat para ahli filsafat dari berbagai kurun zaman tertentu beserta aliran filsafatnya.

Bagi Nurhasanah Bakhtiar, pendekatan dalam pendidikan Islam merupakan suatu cara untuk mempermudah dalam kelangsungan belajar mengajar. Sehingga tercapai tujuan pendidikan yang diharapkan dan lebih bisa menunjukkan keberhasilan pendidikan anak didik yang berdasarkan keterampilan yang dimilikinya. (MZN)