Mengapa Sukses Berawal dari Satu Hal?

311
Mengapa Sukses Berawal Dari Satu Hal
Photo by Christina @ wocintechchat.com

Kamu dapat mencapai apa pun yang Kamu inginkan dalam hidup.

Kamu bisa membangun karir yang di inginkan, menulis dan menerbitkan buku, eksekutif muda, berkeliling dunia, Hingga belajar berbicara bahasa Italia.

Semua itu bisa kamu lakukan dalam hidup ini,  tetapi kamu tidak bisa melakukan semuanya sekaligus. Dan, yang lebih penting, kamu tidak akan bisa unggul di salah satu bidang itu, jika kamu tidak mau menginvestasikan waktu yang konsisten untuk menguasainya.

Terkadang, kita terlalu sering, menyebarkan energi dan perhatian yang terlalu tipis dengan mengejar terlalu banyak hal pada waktu yang bersamaan. Akibatnya, kita tidak mencapai banyak hal.

Seringkali kita menjadi korban pemikiran semacam ini. Ingin berkeliling dunia, menulis buku dan menjadi eksekutif muda. Semua itu dilakukannya pada saat yang sama, tetapi tentu saja,tidak mungkin.

Baca juga: In Search of Solitude: Pentingnya Menghabiskan Waktu Sendirian

Seperti pepatah Rusia tentang apa yang diperlukan untuk sukses:

“Jika Anda mengejar dua kelinci, Anda tidak akan menangkap keduanya.”

Jika Kamu ingin menciptakan perubahan yang berkelanjutan dalam hidupmu, Kamu harus memilih “satu hal” dan harus mendalami hal itu. Kamu harus memilih dan mengejar satu kelinci .

Dan itulah rahasia penguasaan: Anda melakukan satu hal, Anda melakukannya setiap hari, dan Anda melakukannya selama bertahun-tahun.

Mengapa “Satu Hal” ?

Strategi “satu hal” adalah pendekatan yang telah teruji oleh waktu yang disajikan oleh penulis buku laris Gary Keller dan Jay Papasan dalam buku mereka: The One Thing—The Surprisingly Simple Truth Behind Extraordinary Results.

Ini menyiratkan bahwa kita dapat berhasil dalam segala hal di hidup ini selama itu adalah “satu hal”.

Kedengarannya sederhana, tetapi mempraktikkannya bisa menjadi tantangan, karena kita semua cukup berubah-ubah. Kita cenderung kehilangan minat pada sesuatu dengan sangat cepat. Dan di zaman modern ini, rentang perhatian kita tidak terlalu membantu kita, bukan?

Tetapi ketika kita mencoba melihat semua yang hebat sepanjang sejarah, kamu akan memahami kekuatan dari “satu hal.”

Penulis buku best seller Adam Grant menulis bahwa “kuantitas adalah jalan menuju kualitas yang paling dapat diprediksi. Jika Anda ingin menjadi orisinal, hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah melakukan banyak pekerjaan. Lakukan banyak pekerjaan.”

Shakespeare menghasilkan 37 drama dan 154 soneta, tetapi hanya lima yang menjadi terkenal. Picasso mengumpulkan lebih dari 1.800 lukisan selama hidupnya, tetapi hanya sebagian kecil dari lukisan itu yang dipuji dan diakui.

Mereka berdua menghasilkan banyak pekerjaan, namun tetap fokus pada satu hal: Picasso melukis dan Shakespeare menulis.

Prinsip penguasaan yang sama ini juga dicontohkan berkali-kali oleh Bruce Lee:

“Saya tidak takut pada orang yang telah berlatih 10.000 tendangan sekali, tetapi saya takut pada orang yang telah berlatih satu tendangan 10.000 kali.”

Penguasaan dan kesuksesan datang dari mengejar satu hal dan melakukan satu hal itu selama bertahun-tahun. Mengejar satu kelinci atau Berlatih satu tendangan. 10.000 kali.

Apa pun yang kamu pilih, pilih satu hal. Dan “satu hal” itu sebagai prioritas.

Kita semua memiliki jumlah energi yang terbatas. Pilihlah sesuatu yang kamu sukai dan benar-benar nikmati, Jika mengejar terlalu banyak hal sekaligus, kita menenggelamkan energi dan mengacaukan pikiran dengan kekacauan. Sebaliknya, jika belajar mengarahkan energi kita ke satu hal pada satu waktu, kita bisa melangkah jauh dalam “satu hal” itu.

Penulis: Mukhammad Khasan Sumahadi
(Mahasiswa UIN Walisongo Semarang)