Memahami Makna “Minal ‘Aidin wal Faizin”

384

Minal’aidin wal faizin,” demikian kalimat yang sering diucapkan ketika Hari Raya Idul Fitri. Namun, terkadang ada sebagian orang yang tak memahami maksud kalimat tersebut dan hanya sebatas ikut-ikutan seperti orang pada umumnya. Lalu, apakah yang dimaksud dengan ucapan ini?

Menurut ulama ahli Qur’an dan Tafsir Prof. Quraish Shihab dalam buku Lentera Hati (2007: 404), maksud dari kata ‘aidin tidak dapat merujuk kepada Al-Qur’an karena bentuk kata tersebut tidak ada di dalamnya. Namun, dari segi bahasa, minal ‘aidin berarti “(semoga kita) termasuk orang-orang yang kembali.” Kembali di sini adalah kembali kepada fitrah, yakni “asal kejadian”, atau “kesucian”, atau “agama yang benar”.

Setelah mengasah dan mengasuh jiwa – yaitu berpuasa – selama satu bulan, diharapkan setiap Muslim dapat kembali ke asal kejadiannya dan menemukan “jati dirinya”, yaitu kembali suci sebagaimana ketika ia baru dilahirkan serta kembali mengamalkan ajaran agama yang benar.

Ini semua menuntut keserasian hubungan, karena – menurut Rasulullah – al-din al-muamalah, yakni keserasian dengan sesama manusia, lingkungan, dan alam. Sementara itu, alfaizin diambil dari kata fawz yang berarti “keberuntungan”.

Apakah “keberuntungan” yang kita harapkan itu? Quraish Shihab menjelaskan bahwa makna tersebut dapat merujuk kepada Al-Qur’an, karena 29 kali kata tersebut, dalam berbagai bentuknya, terulang.

Menarik juga untuk diketengahkan bahwa Al-Qur’an hanya sekali menggunakan bentuk afuzu (saya beruntung). Itu pun untuk menggambarkan ucapan orang-orang munafik yang memahami “keberuntungan” sebagai keberuntungan yang bersifat material (baca QS 4: 73).

Bila kita telusuri Al-Qur’an yang berhubungan dengan konteks dan makna ayat-ayat yang menggunakan kata fawz, ditemukan bahwa seluruhnya (kecuali QS 4: 73) mengandung makna “pengampunan dan keridhaan Tuhan serta kebahagiaan surgawi.”

Kalau demikian halnya, wal faizin harus dipahami dalam arti harapan dan doa, yaitu semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh ampunan dan ridha Allah SWT sehingga kita semua mendapatkan kenikmatan surga-Nya. (MZN)