Life Hacks: Optimalisasi Tren Digital Marketing 2022

279
Tren Digital Marketing
Unsplash

Pemasaran digital terus berkembang. Di penghujung tahun lalu, Forbes menerbitkan artikel tentang tren baru dalam pemasaran digital pada tahun 2022 dan bagaimana memanfaatkannya. Tren baru di Digital Marketing 2022 ini tidak boleh diabaikan jika perusahaan yang menekuni bidang digital ingin berhasil memasuki pasar. Nah seperti apa tren tersebut, yuk kita simak di bawah ini.

1. Era Baru Metaverse

Setelah pengumuman yang agak mengejutkan oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg, sebuah tren baru, Meta Trends, telah muncul. Ya, banyak spekulasi bertebaran setelah Facebook mengumumkan pada Kamis, 28 Oktober 2021 bahwa telah berganti nama menjadi Meta.

Banyak yang menduga bahwa transisi dari Facebook ke Meta hanyalah penglihan isu imbas dari skandal privasi Cambridge Analytica beberapa tahun yang lalu, tetapi tren Meta terus berkembang. Banyak yang akhirnya mencoba mengikuti tentang meta yang sedang tren saat ini.

Bagi yang belum tahu, Meta saat ini merupakan induk perusahaan Facebook dan beberapa produk lainnya. Saat ini, Meta berfokus pada pembangunan Metaverse, sebuah istilah yang mengacu pada pengalaman virtual dan augmentasi yang diharapkan dapat mewakili masa depan Web.

Digital Entrepreneur mulai bisa mengeksplorasi peluang bisnis baru yang cocok dengan dunia Metaverse.

2. Influencer Marketing

Media sosial seperti Instagram dan TikTok telah menciptakan fenomena keberadaan influencer marketing. Influencer marketing adalah jenis pemasaran yang memanfaatkan basis pengikut dari masing masing influencer.

Influencer Marketing di hari ini merupakan mega bisnis dan diprediksi akan terus berkembang di masa depan. Keuntungan dari influencer marketing adalah Anda dapat memberikan konteks dan relevansi melalui kegiatan promosi produk (endorsement).

Brand-brand besar kini terus aktif dalam menggunakan influencer marketing. Jika Anda ingin bisnis dan produk Anda ‘dilihat dan digunakan’ oleh banyak orang, cobalah untuk menjalin kolaborasi dengan influencer terkenal. Akan tetapi, pastikan untuk memilih influencer yang memiliki image positif di mata publik dengan menghindari bad influencer.

3. Kebijakan Privacy Ads

Beberapa waktu silam iOS memperbarui kebijakan privasinya yang cukup membuat sejumlah pebisnis besar gigit jari. Alasannya adalah iOS memiliki batasan yang sangat ketat pada aliran data yang dapat dibagikan dengan pihak lain. Pengguna iOS sekarang bebas memilih apakah akan mengizinkan aplikasi untuk melacak data atau tidak.

Kebijakan ini jelas membuat perusahaan besar di sektor data, seperti Facebook, merugi secara signifikan. Facebook yang sangat bergantung pada bisnis periklanan akan sangat terpengaruh dengan penurunan penetrasi data yang diterimanya.

Dikenal karena ketergantungannya yang besar pada data untuk mengoptimalkan iklan secara otomatis, bisnis periklanan digital modern kini dipertaruhkan. Menurunnya jumlah data yang dapat “dimuat” ke dalam mesin kecerdasan buatan (AI) akan berdampak signifikan pada bisnis periklanan.

Untuk itu, para pebisnis yang mengandalkan iklan digital berbayar untuk bisnis mereka harus mulai menganalisis dampak dari kebijakan privasi tersebut.

4. Maksimalkan Penggunaan LinkedIn 

Linkedin telah menjadi platform media sosial bagi para profesional selama bertahun-tahun. Pertumbuhan LinkedIn mungkin berbeda dari media sosial lain seperti Instagram dan TikTok, tetapi LinkedIn terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

LinkedIn semakin menunjukkan potensinya, terutama di era digital saat ini. Seperti halnya keterlibatan dan interaksi, jumlah pengguna aktif LinkedIn terus bertambah tiap bulannya. LinkedIn juga terus memperkenalkan fitur baru untuk mendukung bisnis Anda.

Untuk ini, kalangan pebisnis harus secara aktif mulai menunjukkan kehadiran mereka di LinkedIn. Sebagai media sosial dengan citra profesional, LinkedIn tentunya menjadi platform yang tepat untuk mengenal perusahaan Anda secara lebih profesional.

5. Good Bye SEO

SEO atau Search Engine Optimization saat ini adalah salah satu metode digital marketing tertua dan paling berharga. Kemampuan SEO untuk menampilkan konten di bagian atas pencarian dan mendapatkan impresi dan engagement tentu patut diacungi jempol.

Sayangnya, SEO menjadi semakin tidak relevan akhir-akhir ini karena algoritma lebih cerdas dan lebih kontekstual. Alih-alih berfokus pada hacks, tips, dan trik SEO, pebisnis harus mulai mengalihkan fokus mereka ke pengalaman pengguna (user experience).

6. Kekuatan Word of Mouth

Word of mouth selalu hadir dan terbukti hingga saat ini. Ternyata word-of-mouth justru semakin berperan penting dalam gempuran media sosial. Kehadiran media sosial membuat pengguna lebih cenderung membeli barang-barang yang dipromosikan oleh influencer yang mereka ikuti dan percayai. Mereka percaya bila produk ini juga digunakan oleh influencer, tentunya produk tersebut dapat berfungsi dengan baik.

Mengapa ini terjadi? Ternyata dengan semakin ramainya Internet, calon pembeli cenderung membuat lebih banyak pilihan dalam pilihan produk mereka. Oleh karena itu, mereka membeli produk yang diiklankan oleh orang terdekat atau terpercaya.

Pebisnis perlu mulai memikirkan strategi periklanan dari mulut ke mulut ini. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan influencer marketing atau mengumpulkan ulasan pengguna sebanyak mungkin.

7. Kebutuhan Digital Skill

LinkedIn mengatakan keterampilan digital saat ini sangat diminati. Sayangnya, ada kesenjangan besar antara keterampilan digital yang dicari perusahaan dan keterampilan yang tersedia di bidang ini.

Untuk mengatasi masalah ini, pengusaha didorong untuk mendidik staf dan karyawannya agar relevan dan mampu beradaptasi dengan tren digital di zaman ini. Para pelaku bisnis digital juga didorong untuk mempertimbangkan upgrading digital skill bagi pegawai dalam lingkup perusahaan yang dikelola.

Baca juga: Quo Vadis Indonesia Maya di Era Digital

8. Akselerasi Website Kian Cepat

Saat ini, lalu lintas situs web sangat didominasi oleh pengguna seluler. Masalahnya, sebagian besar website masih ketinggalan jaman dengan tidak adanya optimasi untuk mobile experience. Apalagi dengan diperkenalkannya Core Web Vitals oleh Google, pemilik website perlu memahami bahwa Google sangat memperhatikan kecepatan website di sini.

9. Algoritma Merajai Segalanya

Semua bagian digital marketing, termasuk media sosial, feed, ads, SEO, dan email, kini sangat bergantung pada algoritme kecerdasan buatan. Algoritma ini mengarah pada tujuan penting yaitu user experience alias pengalaman pengguna.

Untuk alasan ini, profesional bisnis didorong untuk mulai mengembangkan strategi untuk memberikan user experience yang tepat bagi audience mereka.

10. Stay Focus

Dari sekian banyak channel digital marketing, pebisnis sebaiknya tidak serakah dalam menggunakan. Artinya, sebaiknya fokus pada channel marketing tertentu yang sekiranya sesuai dengan bisnis yang dikelola.

Dengan begini, pebisnis tidak membuang terlalu banyak tenaga dan pikiran untuk mengerjakan banyak channel marketing dan lebih baik fokus pada satu atau dua channel yang paling berpotensi menggaet audience yang fit dengan produk mereka.

Itu dia 10 tren baru di digital marketing yang patut direspon di tahun 2022 ini. Jika bisnis Anda sangat bergantung pada digital marketing, maka sebaiknya Anda mulai memikirkan langkah-langkah strategis baru agar bisnis tetap cuan di tahun ini.

Referensi: Forbes

Wachid Ervanto