Libur Nataru 2021: Antisipasi Mudik dan Ancaman Virus Omicron

209
Libur Nataru 2021: Antisipasi Mudik dan Ancaman Lonjakan virus omicron
Photo by Bambang Irawan on Unsplash

Tradisi Mudik bagi masyarakat Indonesia tidak hanya terjadi ketika Idul Fitri maupun Idul Adha, momentum akhir tahun juga dimanfaatkan para perantau untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Tradisi Mudik ini memang selalu berkesan dan dinanti-nantikan setiap tahunnya. Tapi lain cerita dengan situasi dan kondisi dalam jangka waktu dua tahun terakhir, dimana Indonesia masih belum dinyatakan aman dari ancaman lonjakan kasus Covid-19.

Hal ini memaksa pemerintah untuk Menyusun peraturan dan kebijakan terkait Mudik ini, tidak lain tujuannya adalah untuk membatasi mobilitas masyarakat Indonesia untuk lalu lalang ke daerah. Selain itu, esensi yang paling utama adalah untuk menjaga dan mengantisipasi lonjakan gelombang ketiga kasus Covid-19.

Baca juga: Siap Hadapi Omicron Dengan Langkah Ini

Meskipun program vaksinasi sudah dimasifkan ke berbagai penjuru daerah, tetap saja antisipasi ini sebagai wujud konkrit dari pemerintah untuk mencegah lonjakan virus mematikan ini. Terlebih virus ini terus bermutasi, paling baru adalah Covid-19 varian Omicron yang disinyalir lebih cepat penularannya dibandingkan varian lain pada umumnya.

Berdasarkan berbagai pertimbangan, akhirnya pemerintah melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

Inmendagri tersebut akan diberlakukan mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.
Inmendagri Nomor 66 Tahun 2021 ini mengatur tentang target vaksin, pengetatan perjalanan luar negeri, aturan perjalanan luar daerah, hingga perayaan tahun baru dan kunjungan tempat wisata yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Inmendagri yang mengatur peraturan terbaru mengenai pelaku perjalanan luar daerah adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan aplikasi PeduliLindungi
  2. Memenuhi persyaratan perjalanan jarak jauh yang menggunakan alat transportasi umum:
  • Wajib vaksin dosis 1 dan 2
  • Rapid Test Antigen 1×24 jam
  • Orang yang belum di vaksin dan tidak bisa di vaksin dengan alasan medis dilarang bepergian jarak jauh.
  1. Syarat perjalanan jarak jauh menggunakan transportasi publik secara teknis diatur lebih lanjut oleh Satgas Penanganan COVID-19 Nasional.
  2. Jika ditemukan pelaku perjalanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 (dua) yang positif COVID-19, maka melakukan isolasi mandiri atau isolasi pada tempat yang telah disiapkan pemerintah untuk mencegah adanya penularan, dengan waktu isolasi sesuai prosedur kesehatan serta melakukan tracing dan karantina kontak erat.

Syarat perjalanan ini ditetapkan sama pada semua moda transportasi. Artinya, syarat perjalanan naik pesawat, kereta api, kapal, dan transportasi darat pada saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak lagi berbeda.

Kesimpulan dari Inmendagri diatas adalah bukan berarti kita diperbolehkan mudik. Tapi jika dianggap tidak perlu dan tidak ada urgensi untuk mudik, alangkah lebih baiknya kita tidak mudik, demi menjaga diri sendiri dan orang-orang terdekat kita dari ancaman virus Covid-19 ini.

Inmendagri diatas disusun sebagai bentuk kepedulian, himbauan, sekaligus pencegahan bagi masyarakat Indonesia yang berangkat mudik akhir tahun ini agar tetap terjaga, sehingga tidak mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat Indonesia secara kolektif. Dampaknya sudah kita rasakan beberapa bulan belakangan ini, kabar duka yang tidak ada hentinya, keterbatasan melakukan kegiatan, dan hal-hal lain yang dianggap merugikan karena keegoisan kita semata. Stay Safe, Stay Healthy.

Penulis: M. Hilmy Daffa Fadhilah
(Mahasiswa PAI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)