Kesalahan Logika yang Bikin Kamu Jadi Bodoh dan Sesat Pikir (1)

629

Bo Bennet, Ph.D (2015: 29-30) dalam terjemahan buku berjudul “Kitab Anti Bodoh” terbitan Serambi yang berjudul asli Logically Fallacious: The Ultimate Collection of Over 300 Logical Fallacies) menjelaskan berbagai contoh kesalahan-kesalahan berpikir seseorang yang mengakibatkan cacat logika dan sesat pikir.

Di antara istilah kesalahan logika adalah a dicto simpliciter ad dictum secundum quid, yang memiliki nama lain: menghancurkan pengecualian, dicto secundum quid ad dictum simpliciter, dicto simpliciter, memutarbalikkan kebetulan, cacat logika aturan umum, penyamarataan buta.

Gambaran:
Ketika sebuah upaya dilakukan untuk menerapkan aturan umum dalam segala keadaan, padahal secara jelas ada pengecualian bagi aturan itu. Aturan atau hukum yang terlalu disederhanakan jarang mempertimbangkan pengecualian yang absah.

Padahal, dengan mengabaikan pengecualian ini, kita telah memintas nalar untuk mempertahankan angan-angan hukum yang sempurna. Manusia cenderung menyukai kemudahan, tetapi cenderung mengorbankan akal sehat demi mempertahankan kemudahan.

Bentuk Logika:
X adalah aturan yang lazim dan dimaklumi bersama. Oleh karena itu, tidak ada sanggahan terhadap X.

Contoh 1:
Aku yakin manusia seharusnya tidak menyakiti orang lain secara sengaja. Oleh karena itu, aku tidak akan menjadi ahli bedah.

Penjelasan:
Mengelompokkan pembedahan sebagai perbuatan menyakiti orang lain berarti mengabaikan manfaat nyata kegiatan itu. Pemahaman ekstrem seperti ini jarang dipakai untuk membentuk nalar.

Contoh 2:
Agama secara jelas memerintahkan jangan berdusta. Oleh karena itu, sebagai orang beragama Anda sebaiknya membuka pintu dan memberi tahu tetangga yang mabuk dan memegang pistol itu bahwa istri yang dicari-cari untuk dibunuh sedang bersembunyi di ruang bawah tanah rumah Anda. Jika tidak, Anda melanggar perintah Tuhan!

Penjelasan:
Menganggap bahwa semua hukum, termasuk agama, berlaku bagi semua orang, kapan pun, dalam keadaan apa pun, meski tidak disebutkan secara tegas, merupakan prasangka yang tidak berpijak pada bukti dan merupakan cacat logika.

Pengecualian:
Anda dapat mengemukakan aturan umum dengan membuat argumen yang baik yang menyatakan bahwa membantah aturan itu berarti melanggar hukum. Itu bukanlah cacat logika. Agama memerintahkan, “Jangan membunuh!” Oleh karena itu, sebagai orang beragama, Anda sebaiknya melepaskan golok yang Anda pegang dan membebaskan anak kecil itu.

Kiat:
Anda berhak mempertanyakan hukum yang tidak dimengerti atau tidak disepakati oleh Anda. (MZN)