Kenaikan Pertamax dan Krisis Geopolitik Bangsa

190
Geopolitik Bangsa
Unsplash

Secara umum geopolitik dapat dimaknai sebagai sebuah kebijakan politik suatu negara sesuai dengan letak geografisnya. Jika diartikan secara luas berarti hubungan antara politik dan teritori wilayah dalam skala local maupun skala internasional.

Krisis Geopolitik

Contoh seperti saat sengketa kebudayaan Indonesia yaitu batik diklaim oleh negara tetangga, Malaysia. Hal tersebut pun membuat pemerintah Indonesia bertindak untuk mendaftarkan batik ke dalam Representative List of Intangible Culture Heritage UNESCO.

Lalu setelah itu barulah UNESCO menetapkan batik adalah budaya Indonesia dan merupkan warisan dunia. Hal tersebut disebutkan dalam laman website Pengertianku.net yang berjudul “Pengertian Geopolitik: Konsep, Peranan, dan Peranan secara Umum” yang dirilis pada 12 Juli 2019.

Dilansir dalam Sindonews.com, “Dampak Perang Rusia-Ukraina terhadap Peta Geopolitik Global” yang dirilis pada 04 Maret 2022, kondisi saat ini konflik Rusia-Ukraina menjadi operasi militer secara terbuka. Berawal dari Ukraina yang menginginkan bergabung ke dalam Pakta Pertahanan Atlantika Utara atau NATO.

Namun, hal tersebut ditolak oleh Rusia yang merupakan negara tetangganya, dengan alasan bahwa hal itu akan menjadi sebuah ancaman bagi Negara Beruang Merah, Rusia. Ekspansi NATO ke negara tetangga Rusia dinilai akan timbul berdirinya pangkalan militer NATO di Ukraina. Oleh karena itu, Vladimir Putin menuntut bahwa Ukraina tidak bergabung dengan NATO.

Baca juga: Memperjuangkan Kepentingan Nasional Melalui Politik Bebas Aktif

Dampak Geopolitik Internasional

Secara geografis Eurasia merupkan negara yang kaya akan sumber daya alam seperti minyak, gas dan pertambangan. Hal itu yang menjadikan Eurasia mempunyai nilai keunggulan yang tinggi sekaligus menjadi faktor utama dalam perebutan pengaruh serta kepentingan negara lain.

Ditambah, krisis geopolitik yang terus berkembang menjadi faktor penting dalam mempengaruhi ekonomi suatu negara, termasuk bagi Indonesia. Operasi militer Rusia ke Ukraina berdampak bagi kestabilan ekonomi negara-negara lainnya melalui kegiatan ekspor dan impor.

Menurut beberapa sumber berita mengatakan Negara Beruang Merah ini merupakan negara penghasil minyak terbesar ketiga sedunia setelah Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi.

Dengan total produksi mencapai 11 juta barel per-hari. Selain itu juga, Rusia merupakan negara penghasil gas alam terbesar kedua di dunia saat ini dengan pemasokan hampir memenuhi 40% kebutuhan komoditas di Benua Eropa, menurut data CNBC Indonesia pada 05 Maret 2022 lalu.

Dapat disimpulkan bahwa, konflik berkepanjangan antara Rusia-Ukraina memicu dampak yang luas bagi dunia. Dari jumlah produksi yang dihasilkan Negara Beruang Merah tersebut dapat mengganggu rantai pasok komoditas bagi negara-negara lain, tidak terkecuali Indonesia.

Pada 01 April 2022 pemerintah resmi mengumumkan bahwa adanya kenaikan harga bahan bakar Pertamax. Melonjaknya harga minyak mentah dunia maka imbasnya adalah negara-negara konsumen. Contoh, melansir data CNBC Indonesia, minyak mentah jenis Brent hampir menembus US$ 140 per-barel.

Penulis: Naufal Imam Hidayatullah