Inilah Contoh Sikap Guru yang Berkomitmen Tinggi terhadap Siswa

241
Foto: Republika

Guru adalah sosok insan mulia terutama dalam dunia pendidikan. Tidak heran apabila peran guru sangat sentral dalam proses belajar dan mengajar di suatu lembaga pendidikan.

Dalam hal ini, karakter guru tidaklah seragam. Setiap guru pun juga memiliki kapasitas yang berbeda-beda, khususnya terkait seberapa tinggi komitmennya terhadap siswa atau peserta didik.

Ahmad Suriansyah, Profesi Kependidikan: Perspektif Guru Profesional (2015: 36) menjelaskan bahwa seorang guru yang mempunyai komitmen yang tinggi terhadap siswa dapat diamati dari perilaku-perilaku yang muncul dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai berikut:

a. Membantu dan mendorong siswa untuk merealisasikan potensinya dalam mencapai tujuan belajar, sehingga siswa dapat mewujudkan semua potensi yang ada pada dirinya.

b. Mendorong semangat siswa-siswanya untuk mau dan mampu melakukan penelitian, memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang ilmu pengetahuan dan teknologi secara mandiri dan atau secara berkelompok.

c. Mengajar siswa-siswanya dengan tujuan yang tepat serta mempunyai harapan yang tinggi terhadap siswa-siswanya. Dalam hal ini dia selalu berharap bahwa siswa-siswanya akan mendapatkan hasil yang maksimal dalam belajar

Konsekuensi dari harapan tersebut guru selalu berusaha mengadakan diagnosis terhadap kesulitan belajar yang dialami siswa-siswanya yang selanjutnya berusaha memberikan bimbingan dan bahkan melakukan pengajaran remedial/perbaikan terhadap siswa-siswanya.

d. Perhatian yang tinggi terhadap siswa-siswanya yang ditunjukkan dalam bentuk selalu berkomunikasi secara harmonis dengan siswa-siswanya untuk melakukan monitoring kemajuan belajar.

e. Selalu menggalakkan keterlibatan siswa dalam belajar. Dalam hal ini berarti ia selalu berusaha agar para siswa aktif terlibat dalam setiap langkah proses pembelajaran yang dia lakukan.

Dengan demikian ia berusaha untuk membuat siswa belajar sendiri, mencari sendiri secara aktif konsep, teori, prinsip dan bahan-bahan lain yang akan dipelajarinya, sehingga guru hanya merupakan fasilitator yang mengonsistensikan dan mengkoordinasikan terjadinya proses belajar.

Kendati kapasitas dan komitmen setiap guru tidak sama semua, namun kita tetap wajib memuliakan terutama menghargai dan memberikan hak-hak yang semestinya diterima oleh para guru atas dedikasi yang diberikannya selama ini. (ZID)