Hasil Survei: Solidaritas Kebangsaan Menguat, Namun Berpotensi Melemah

170

Indonesia adalah negara yang beridentitas majemuk dengan memiliki keragaman suku, agama, bahasa, budaya, dan lain-lain. Di antara faktor kemajemukan bangsa Indonesia karena daratannya dipisahkan dengan pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Tidak heran jika disebut sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada satu sisi, identitas yang majemuk merupakan kekuatan besar bagi negara Indonesia. Di sisi lain, kemajemukan tersebut dapat menjadi pemicu terjadi konflik.

Oleh sebab itu, sejak dahulu para pendiri (founding father) bangsa Indonesia selalu menekankan pentingnya persatuan dan solidaritas dalam kondisi apapun. Dalam konteks ini, Alvara Institute pada Desember tahun 2021 melakukan penelitian melalui survei untuk mengetahui perkembangan solidaritas bangsa.

Metode Penelitian

Riset ini menggunakan pendekatan riset kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara tatap muka (face to face interview), tentu dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Wawancara dilakukan kepada 3.597 responden yang tersebar di 34 provinsi.

Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode multistage random sampling, dengan rumah tangga sebagai unit terkecil. Sampel yang diambil distribusinya sesuai dengan demografi dan geografi penduduk Indonesia. Kriteria responden yang diambil adalah penduduk Indonesia yang berusia 17-65 tahun, yaitu dari Generasi Z hingga Generasi Baby Boomer.

Mayoritas responden berasal dari Generasi Millennial (47,4%) dan Gen X (31,8%), kemudian diikuti oleh Gen Z (15%) dan Baby Boomer (5,8%). Responden lebih banyak tinggal di area urban (61,1%) dibanding area rural (38,9%).

Agama yang dianut oleh responden juga sesuai dengan agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Mayoritas responden beragama Islam (86,7%) kemudian diikuti oleh Kristen Protestan (6,6%), Katolik (3,2%), Hindu (2,2%), Buddha (1,1%) dan Konghucu (0,2%).

Hasil Riset

Solidaritas sesama anak bangsa merupakan aspek yang mutlak ada dalam kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia sedang membangun fondasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Saat ini Indonesia sedang fokus menangani pandemi Covid-19 dan melakukan recovery agar ekonomi kembali pulih. Solidaritas antar anak bangsa tentu dibutuhkan untuk makin menguatkan Bangsa dan Negara dalam menghadapi krisis yang mungkin terjadi.

Dalam riset kali ini, Alvara menanyakan kepada responden terkait opsi apakah lebih membantu sesama warga Indonesia, ataukah membantu Palestina karena sesama agama Islam jika terjadi bencana dengan skala yang sama di Indonesia dan Palestina pada waktu yang bersamaan pula.

Sikap Jika Ada Bencana di Indonensia dan Palestina

Pertanyaan tersebut bertujuan untuk melihat seberapa kuat solidaritas apakah sesama anak bangsa ataukah sesama golongan. Mayoritas responden (72,9%) menyatakan bahwa mereka lebih memilih membantu sesama masyarakat Indonesia dibanding dengan membantu Palestina (13,6%). Artinya fondasi solidaritas sesama anak bangsa cukup kuat dan kokoh. Namun, bisa terancam oleh mereka yang tidak solider yang jumlahnya mencapai 13,6%. (MZN)