Etika Guru kepada Sesama Guru, Orang Tua Murid, dan Masyarakat

1352
Foto: Metropolitan

Guru adalah salah satu unsur yang paling sentral dalam pendidikan. Melalui dedikasi guru, transfer ilmu pengetahuan dan penanaman karakter dapat diterima oleh para peserta didik.

Selain bertugas dalam proses belajar-mengajar, guru juga memiliki tugas lain, yaitu hubungan sosial dengan dengan unsur-unsur lain di lingkungan pendidikan, mulai dari muridnya sendiri, sesama guru, atasan, wali murid, hingga masyarakat.

Dalam konteks ini, Akmal Hawi dalam buku Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (2014: 51-52) menjelaskan tentang tata cara yang wajib diamalkan oleh seorang guru dalam mengemban jabatannya sebagaimana berikut.

1. Hubungan guru dengan murid

Guru selaku pendidik, dalam hubungan ini, hendaknya selalu menjadikan dirinya sebagai suri teladan bagi anak didiknya. Selain itu, di dalam melaksanakan tugas harus dijiwai dengan kasih sayang, adil serta menumbuhkannya dengan penuh tanggung jawab. Guru juga seyogianya tidak memberi pelajaran tambahan kepada muridnya sendiri dengan memungut bayaran.

2. Hubungan guru dengan sesama guru

Di dalam pergaulan sesama guru hendaknya bersifat terus terang jujur, dan sederajat. Guru juga di dalam menunaikan tugas dan memecahkan persoalan bersama hendaknya saling tolong-menolong dan penuh toleransi. Lalu guru hendaknya mencegah pembicaraan yang bersifat sensitif, yang berhubungan dengan pribadi sesama guru.

3. Hubungan guru dengan atasannya

Guru wajib melaksanakan perintah dan kebijaksanaan atasannya. Lalu setiap saran dan kritik kepada atasan harus diberikan melalui prosedur dan forum semestinya. Jalinan hubungan antara guru dan atasan hendaknya selalu diarahkan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan yang menjadi tanggung jawab bersama.

4. Hubungan guru dengan orang tua

Dalam hubungan ini, guru hendaknya selalu mengadakan hubungan timbal balik dengan orang tua/wali anak dalam rangka kerja sama untuk memecahkan persoalan-persoalan di sekolah dan pribadi anak. Selain itu, segala kesalahpahaman yang terjadi antara guru dan orang tua/wali anak, hendaknya diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.

5. Hubungan guru dengan masyarakat

Dalam hubungan ini, guru hendaknya selalu berusaha beradaptasi terhadap lembaga serta organisasi-organisasi di dalam masyarakat yang berhubungan dengan usaha pendidikan, sebab pada hakikatnya pendidikan itu merupakan tugas pembangunan dan kemanusiaan.
Guru juga hendaknya melayani dan membantu memecahkan masalah-masalah yang timbul di dalam masyarakat sesuai dengan fungsi dan kemampuannya. (MZN)