Dianggap Berhasil, Ini Rahasia Kesuksesan Promosi Brand Melalui TikTok

281
Brand
Photo by Solen Feyissa on Unsplash

Berbekal video pendek yang adiktif dan berbagai tantangan viral, TikTok berhasil mendominasi tren media sosial di tahun 2020 dan 2021. Sejauh ini, akselerasi pertumbuhan aplikasi ini belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

TikTok Indonesia telah merilis hasil survei terbaru dan menemukan bahwa konten di platformnya dapat memengaruhi keputusan pembelian produk seorang konsumen. Hal ini tentunya bisa dimanfaatkan oleh brand-brand ternama untuk meningkatkan penjualan melalui media sosial.

Bagi para pelaku marketing, pesatnya pertumbuhan aplikasi TikTok sangat menarik. Mengingat tren ini, pemasar yang baik seharusnya mengetahui cara memanfaatkan popularitas TikTok untuk mempromosikan produk dan layanan mereka.

Cara Brand Melakukan Promosi Melalui TikTok

Ada tiga cara umum yang digunakan brand untuk mempromosikan produk mereka melalui TikTok:

1. Brand dapat membuat akun resmi produk mereka sendiri dan mengunggah konten video ke channel tersebut secara teratur.
2. Brand dapat menggandeng influencer untuk membawa konten produk dan layanan mereka ke lebih banyak pengguna.
3 Brand dapat menjalankan iklan di TikTok (TikTok Ads)

Lantas, Apa yang Membuat TikTok Berbeda dari Platform Marketing Lain?

Sekilas memang tidak ada bedanya dengan platform berbasis video lain seperti YouTube dalam hal penggunaan TikTok sebagai media promosi ataupun periklanan. Namun, keunikan TikTok dapat diketahui dengan mencermati konten yang tersedia.

Dalam aplikasi TikTok, konten tantangan dan meme yang sedang tren biasanya memiliki hashtag populer. Bentuk konten (tantangan dan meme) ini memberikan peluang bagi brand untuk berinteraksi dengan konsumen dengan cara yang lebih menarik dan interaktif menggunakan tren saat ini.

TikTok dikenal sebagai platform media sosial yang digunakan untuk mencari hiburan dan berbagi ide kreatif. Karakter khusus ini kemudian menjadi salah satu alasan mengapa TikTok melonjak popularitasnya di masa pandemi seperti saat ini.

Seperti platform lainnya, influencer adalah pilihan yang tepat untuk mempromosikan campaign kamu di media sosial. Kampanye ini didukung oleh influencer yang dapat menarik perhatian audiens ke brand yang kamu kelola.

Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menggunakan influencer dengan aplikasi TikTok. Mengingat 41% pengguna TikTok adalah remaja dengan kategori umum 16-24 tahun, brand perlu lebih berhati-hati dalam memilih strategi, pendekatan, dan orang yang berpengaruh.

Karakter Audiens TikTok

Sitaresti Astarini, Head of Business Marketing TikTok Indonesia menuturkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan sebanyak 85% pengguna di TikTok setuju bahwa iklan dan konten yang menghibur sangat bisa dinikmati. Pada akhirnya, konten ini akan mempermudah penyampaian pesan oleh brand sehingga berdampak pada keputusan melakukan pembelian.

“Saat melihat konten yang sifatnya menghibur atau konten entertainment, pikiran kita akan berada dalam positif mindset. Ketika dalam kondisi tersebut, menerima iklan atau pesan dari brand akan lebih besar dan konsumen lebih gampang menerima pesan tersebut.

Tidak cuma menerima pesan, tapi akan melakukan action dari informasi yang diterima,” ujar sosok yang karib disapa Resti dalam konferensi pers virtual di Jakarta, dikutip Selasa (12/7/2022).

Sebagian besar pengguna TikTok setuju bahwa platform tersebut adalah layanan hiburan nomor satu di Indonesia. Sebagian besar konten yang dihasilkan terdiri dari cerita-cerita menarik yang dikemas secara interaktif baik dari merek maupun konsumen.

Tentunya hal ini bukan isapan jempol belaka, Resti menambahkan, delapan dari 10 pengguna sepakat konten video di TikTok dinilai cukup memengaruhi keputusan pembelian. Selain itu, tujuh dari 10 pengguna pun sepakat sesuatu yang akan menjadi trending di kemudian hari berangkat dari konten TikTok.

“Hasil wawancara yang kami lakukan dengan para pengguna menunjukkan bahwa platform TikTok menjadi nomor satu untuk masalah konten entertainment. Di sini, sifatnya bukan hanya hiburan yang hanya tertawa-tawa tapi bisa juga story telling yang menarik,” ujarnya.

Baca juga: Memahami Branding sebagai Rahasia Kemajuan Sebuah Bisnis

Kategori Produk Brand Terlaris di TikTok

Resti menambahkan, pada tahun 2021, setidaknya ada tiga kategori yang paling laris dibandingkan tahun 2020. Kategorinya adalah kecantikan, fashion, dan produk elektronik. Selanjutnya tentang produk yang paling banyak diminati, seperti buku dan alat tulis.

Pertumbuhan permintaan telah mencapai enam kali lipat dari tahun 2020. Selanjutnya, peralatan rumah tangga seperti kulkas dan mesin cuci meningkat 4,4 kali lipat. Tempat ketiga adalah peralatan rumah tangga dengan peningkatan 4,2 kali.

“Survei kami memberikan gambaran ada tiga hal yang memengaruhi orang membeli melalui TikTok. Pertama adanya kupon diskon dengan persentase sebesar 53%, adanya bebas ongkos kirim 52%, dan 52% pengguna TikTok terpengaruh dari adanya review produk dari pelanggan,” pungkasnya.

Sekarang setelah kamu mengetahui berbagai insight dalam menggunakan TikTok untuk pemasaran media sosial, apakah sudah waktunya untuk memutuskan apakah akan menyertakan TikTok dalam strategi marketing brand kamu berikutnya?

Namun satu hal yang perlu diingat kembali, TikTok memiliki demografi yang sangat istimewa, jadi jika kamu tertarik menggunakan TikTok sebagai strategi marketing, buat konten anda dengan kemasan yang ringan untuk dikonsumsi sekaligus menyenangkan.

Cheers!

Wachid Ervanto