Cara Mempelajari Bahasa Tubuh

520
Ilustrasi: Indoindians.com

Isi hati dan pikiran manusia merupakan salah satu ‘rahasia’ bagi manusia lainnya. Di antara cara untuk mengetahui seluk-beluk hati dan pikiran seseorang yakni dengan mempelajari bahasa tubuhnya.

Dianata Eka Putra dalam bukunya yang berjudul Membaca Pikiran Orang Lewat Bahasa Tubuh (2009: 7-10) menerangkan bahwa pemahaman tentang “Bahasa Tubuh” atau komunikasi non verbal, pertama kali secara senus ditulis oleh Charles Darwin pada 1872 dalam buku The Expresion of Emotion in Men and Animals.

Pada saat itu, masih amat jarang dilakukan sebuah penelitian tentang bahasa tubuh. Baru pada 1960-an, hasil penelitian mulai gencar dipublikasikan oleh L. A. Camras, L. Lambrecht, dan G. F. Michel. Puncaknya pada 1970, Julius Fast menerbitkan buku tentang bahasa tubuh yang merupakan rangkuman hasil penelitian beberapa ahli komunikasi non verbal kala itu. Sejak saat itu, penelitian tentang body language berkembang pesat.

Menurut Dianata, mempelajari bahasa tubuh tidaklah sulit. Seseorang hanya dituntut untuk lebih peka dalam melihat perubahan tubuh seseorang ketika orang itu mendapat masukan atau stimulus, baik dari dalam maupun dari luar tubuhnya. Perubahan emosi seseorang akan terlihat dengan sangat jelas dari perubahan posisi dan gerak tubuhnya. Perubahan mimik muka, cara duduk, serta perubahan-perubahan lain, hampir tidak dapat dimanipulasi.

Secara otomatis, kata Dianata, emosi yang timbul dari gerak perubahan tersebut direspons oleh alam bawah sadar. Hanya, kadangkala kita kurang dapat menangkap perubahan itu. Kita cuma menganggapnya sebagai perubahan yang tidak bermakna.

Kalau kita ingin mempelajari bahasa tubuh dengan cara mudah, cobalah amati orang-orang di sekitar. Amati cara mereka berbicara, memandang sesuatu, dan merespons berbagai situasi. Dijamin, kita akan merasa heran.

Dianata memberikan tips lain yang dapat mengefektifkan pelajaran kita dalam memahami bahasa tubuh, yakni menonton televisi. Syaratnya adalah lihatlah dengan mematikan volume suaranya. Amati bahasa tubuh yang dikeluarkan dan tebaklah apa yang sedang terjadi. Gabungkanlah latihan di luar rumah dan hasil menonton televisi di rumah. Lakukan dengan santai sehingga kita dapat menikmati pelajaran itu.

Mempelajari bahasa tubuh butuh latihan dan pengamatan, bukan sesuatu yang dapat dikuasai dalam semalam. Keahlian ini membutuhkan keuletan dan kejelian dalam menafsirkan sinyal-sinyal berbagai bagian tubuh. Sesuatu yang dibutuhkan adalah kemauan untuk belajar. Selanjutnya, kemampuan itu akan timbul dengan sendirinya.

Ada sebuah tip dalam mempelajari bahasa tubuh. Menurut penelitian dan pengamatan berbagai ahli komunikasi non verbal, jangan pernah belajar memahami bahasa tubuh hanya dari artis atau politikus.

Orang dengan profesi ini paling pintar menyembunyikan bahasa tubuh karena kemampuan mereka dalam memanipulasi bahasa tubuh melebihi kemampuan orang-orang dari profesi mana pun. Akan tetapi, bukan berarti kita tidak dapat melihat tanda-tanda bahasa tubuh mereka. Kita tetap dapat melihatnya. Hanya, jika kita baru belajar, jangan mengambil objek dari kedua profesi tersebut.

Namun, Dianata mengingatkan agar kita tidak usah terlalu khawatir akan hal ini. Pada dasarnya, semua orang hampir tidak dapat menyembunyikan bahasa tubuhnya. Sepintar apa pun orang tersebut, respons bawah sadar tubuhnya pasti akan terlihat. Kita hanya membutuhkan kepekaan dalam melihat bahasa tubuh.

Dalam mempelajari bahasa tubuh, kita juga tetap harus ekstra-waspada. Jika kita sudah yakin dengan analisis kita sendiri, bisa jadi analisis tersebut salah. Hal ini bisa saja disebabkan oleh kebiasaan atau-pun budaya yang berlaku di tempat tersebut.

Sebagian orang yang memiliki kelainan, seperti pada matanya, mereka lebih sering berkedip dibandingkan dengan orang biasa. Jika tidak jeli, kita bisa salah menafsirkan bahasa tubuh dari matanya. Kedipan yang dilakukannya bukan merupakan isyarat bahasa tubuh, melainkan kelainan saraf mata. Hal-hal seperti ini harus menjadi perhatian serius dalam mempelajari bahasa tubuh. (MZN)