Bagaimana Cara Meningkatkan Kepercayaan Bagi Millenial ?

242
Bagaimana Cara Meningkatkan Kepercayaan Bagi Millenial ?
Photo by Rachel on Unsplash

Menjadi orang yang Layak dan selalu dipercaya, terlepas dari hubungan siapa dan apa situasinya tidak mudah dilakukan apalagi jika menyangkut mutual-relationship atau hubungan timbal balik antar sesama. Terlihat masyarakat saat ini masih memiliki rasa takut untuk memberikan kepercayaan kepada orang lain dan hanya percaya pada orang-orang terdekatnya saja.

Memang tidak mudah memberikan kepercayaan kepada orang lain yang tidak dikenal sebelumnya. Tetapi, berbeda dengan “orang tua”  yang mampu dipercayai oleh kebanyakan orang sebagai contoh atau figur yang berpengalaman dan mampu menjadi pengaruh dalam pengambilan tiap keputusan serta tindakan, kaum muda dan remaja masih belum bisa dipercaya. Terlebih anggapan bagi kaum millenial yang hanya bisa memainkan gadgetnya, rebahan setiap hari  juga nogkrong-nongkrong membuat keeksistensiannya jadi less value dan tidak produktif.

Baca juga: Enam Cara Membuat Dunia Lebih Baik dan Lebih Sehat

Lalu, apakah kaum millenial bisa mengubah hal itu? Menjadi trustworthiness dengan melakukan hal yang dapat menambah integritas , tunjukkan bukti dan patahkan bahwa mereka salah menilai selama ini.

Lakukan apa yang paling menarik minat kalian

Lakukan apa yang paling kamu sukai dan minati. Penting diketahui, poin awal dari kepercayaan adalah seberapa besar kamu menguasai. Jika kamu melakukan sesuatu karena suka dan minat, tentunya akan lebih senang dan tidak merasa terbebani. Pengalaman dulu dalam berkegiatan juga akan menentukan minat dan kecenderunganmu.

Ketika menemukan sebuah kesulitan, Ask questions, bertanyalah jika tidak bisa. Jangan hanya diam karena hal itu tidak akan membuatmu semakin berkembang dan menambah apa yang ingin kamu dalami. Fokus pada satu hal sebenarnya lebih baik daripada mengerti banyak hal tapi tidak fokus. Meski begitu, boleh saja mempelajari banyak hal sampai kamu menemukan sesuatu untuk difokuskan.

Membaca setiap hari dan belajar dengan giat

Pelajari setiap hari. Sebagai millenial kamu bisa mempelajarinya dengan membaca buku atau ikut kursus,  sekarang ada podcast dan lainnya yang dapat diakses dengan mudah, lebih bagus jika kamu dapat terjun langsung dan perlahan pelajari apa yang ditemui. Kamu juga bisa cari role model atau mentor yang telah berkecimpung lebih dulu dalam bidang tersebut. Belajarlah dengan tekun  dan teruslah asah keterampilan.

Jangan takut membuat kesalahan dan Jangan pernah berhenti belajar

Jangan pernah berhenti untuk belajar. Salah, coba lagi. Jangan putus asa hanya karena kamu gagal melakukannya. Ingat “bisa karena terbiasa”. Jika kamu meningkatkan kemampuan secara continous, bukan tidak mungkin kemampuanmu akan semakin bagus. Jangan pernah takut gagal. Be brave, Tidak apa membuat kesalahan, memang tidak ada yang bisa dilakukan dengan sekali coba. Jangan jadikan kesalahan sebagai penyerahan tapi jadikan sebagai pelajaran untuk terus bangkit.

Jangan memperhatikan apa yang orang lain pikirkan tentangmu

Jangan perhatikan apa yang oranglain pikirkan tentangmu. Hal itu akan membuatmu tidak fokus belajar dan hanya membuang-buang waktu. Overthingking sekarang menjadi trend dikalangan millenial, malah membuat mereka gampang menyerah. Kondisi ini tidak bagus untuk kesehatan mental dan ide kreatifmu semakin terpuruk. Cobalah untuk tenang dan tidak peduli dengan omongan oranglain, setidaknya karena kamu tidak bisa mengontrol pikiran oranglain maka kamu harus bisa mengontrol pikiranmu sendiri.

Ajarkan kepada orang lain apa yang kamu ketahui

Ajarkan kepada oranglain apa yang kamu tahu. Sebaik-baik ilmu adalah diamalkan, seperti pada mahfudzot  “al’ilmu bila ‘amalin kassyajari bila tsamarin”  yang artinya “ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah”. Tidak ada manfaatnya jika kamu mempelajari ilmu tapi tidak mau berbagi kepada oranglain.  Hindari menggurui, jangan beri nasehat ketika tidak diminta dan hendaknya nasehat dilakukan dengan tidak menyinggung perasaan oranglain.

Tidak masalah untuk tidak tahu banyak hal!

Tidak masalah jika kamu tidak tahu banyak hal. Akan banyak orang yang menganggap dirimu “kudet” atau istilah lainnya, Toh kamu bukan google yang tahu segalanya. Banyak berita negatif yang memang perlu kamu hindari, isu-isu seputar selebriti misalnya yang tidak ada manfaatnya untukmu, kamu tidak updet seputar hal itu, it’s okay!. Dengan begitu kamu akan lebih fokus mempelajari hal yang diinginkan.

Sabar 

Sabar adalah kunci utamanya. keahlian seseorang tidak didapatkan dalam semalam, harus tekun maka kamu akan bisa. Butuh kesabaran dan kesediaan dalam waktu  yang lama dan banyak tantangan untuk terus belajar.

Jangan menunda untuk belajar, kaum millenial harus siap jadi penerus bangsa yang amanah dan cekatan, sebelum menjadi trustworthiness bagi oranglain, yakinlah dan percayalah pada kemampuan diri sendiri.

Penulis: Isma Saqila 
(Mahasiswi UIN Walisongo)