Ziarah Kampus Hingga Ke Temple University

459
Kampus
Dokumentasi Pribadi

Sebagai orang yang tidak terlalu berbakat sekolah tinggi-tinggi, saya sudah merasa cukup hanya bisa mengalami suasana ujian disertasi salah satu kampus ternama di Amerika.

Tentu bukan saya yang diuji, melainkan guru saya dan istri, Ahmad Rafiq, Ph.D. ketika beliau berjuang mempertahankan disertasinya di Temple University, Philadelphia.

Mengunjungi Masjid di Philadelphia

Hari itu saya menemani beliau. Kami berangkat dari Masjid Al-Falah. Masjid ini milik komunitas muslim Indonesia di Philadelphia yang didirikan sejak tahun 2007. Pak Rafiq, begitu saya biasa memanggilnya, merupakan orang yang disepuhkan sebagai ustadz atau imam masjid sejak awal berdirinya.

Selain beliau, ada juga Ahmad Munjid, Ph.D yang menjadi imam di sana. Selama mereka di Amerika juga menjadi pengurus PCI NU Amerika-Kanada sebagai Wakil Rais Syuriah dan A’wan Syuriah.

Artikel Kuliah dan Beasiswa, lihat Mengenal Beberapa Jenis Beasiswa Pemerintah Belanda.

Mereka berdua berasal dari Yogyakarta. Pak Rafiq adalah dosen istri saya ketika kuliah di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. Sedangkan Mas Munjid merupakan pengajar di Universitas Gajah Mada.

Achmad Munjid yang usianya jauh di atas Pak Rafiq saya panggil Mas, sedangkan Ahmad Rafiq yang lebih muda saya panggil Pak. Ya, saya hanya ngikut istri saya yang kenal lebih dulu dengan mereka.

Rekan Satu Jurusan di Temple University

Mereka berdua sama-sama menempuh studi doktoral di “jurusan” pada kampus yang sama. Yaitu di Department of Religion, Temple University, di bawah asuhan Prof. Khalid Blankinship. Dan di tahun 2014 itu, mereka juga sama-sama menyelesaikan disertasi setelah sudah lebih dari sewindu menjalani masa doktoralnya.

Kampus
Dokumentasi Pribadi

Mas Munjid berhasil mempertahankan disertasinya: “Building A Shared Home: Investigating the Intellectual Legacy of the Key Thinkers of Inter-Religious Dialogue in Indonesia” di hadapan empat penguji, yang dilaksanakan tanggal 14 Mei 2014.

Sedangkan Pak Rafiq mempertahankan disertasinya dengan judul “The Reception of the Quran in Indonesia: A Case Study of the Place of the Quran in a Non-Arabic Speaking Community”.

Sekilas tentang Philadelphia

Philadelphia adalah kota yang terdapat jumlah imigran Indonesia cukup banyak di Amerika ketika itu selain Los Angeles, New York, Washington DC, dan Atlanta. Ada sekitar 5000 orang Indonesia  yang mayoritas bermukim di daerah selatan yang cukup banyak etnis Jawa-nya.

Kampus
Dokumentasi Pribadi

Pernah ada masa mereka tinggal di blok yang sama sehingga wilayah itu dikenal dengan Kampung Jawa. Kabarnya, kalau lewat jalan blok itu, kita akan disapa musik dangdut. Namun kini sebagian dari mereka sudah pulang kampung setelah belasan tahun menjadi warga tanpa dokumen resmi di sana.

Kebutuhan akan keseimbangan religius dalam hidup ketika mengumpulkan pundi-pundi dollar, membuat mereka mengumpulkan dana untuk memiliki sebuah masjid yang selain tempat ibadah, berfungsi menjadi tempat berkumpul, juga untuk mendidik agama Islam bagi anak-anak mereka.

Imigran Indonesia yang beragama Kristen sudah memiliki beberapa gereja. Maka umat muslim sudah saatnya memiliki masjid setelah biasanya perkumpulan pengajian diselenggarakan berpindah-pindah dari rumah ke rumah.

Masjid Al-Falah Philadelphia

Masjid yang dinamakan Al-Falah karena salah satu inisiatornya orang Surabaya yang rindu dengan masjid besar di kota pahlawan ini, terletak di jalan 17, di blok antara jalan Tasker dan Morris.

Bentuk Masjid ini hanya sebuah rumah di antara deretan flat. Lantai satu merupakan ruang sholat utama. Lantai basement biasanya digunakan untuk pendidikan Al-Qur`an anak-anak dan ruang makan.

Kalau kangen makanan kampung halaman yang enak dan gratis, datanglah ke masjid setiap malam jumat ketika yasinan, atau malam minggu saat pengajian rutin. Ibu-ibu Al-Falah yang keren itu sangat jago masak. Tinggal pilih kelezatan yang mana: masakan Sunda, Jawa, Minang, Madura, Aceh, dan masakan nusantara yang lain.

Di lantai dua ada beberapa kamar yang bisa untuk istirahat. Di sanalah saya dan Pak Rafiq istirahat pada malam hari sebelum besoknya beliau ujian disertasi. Juga Mas Munjid pada satu bulan sebelumnya.

Mas Munjid pulalah yang memperkenalkan saya kepada warga Indonesia di Al-Falah beberapa bulan sebelumnya sehingga saya banyak menghabiskan waktu juga di Philadelphia, selain di Hartford yang keduanya berjarak empat jam perjalanan darat naik mobil.

Kisah Menarik dari Penuh Motivasi

Saat di Philadelphia, setiap malam minggu saya ikut menemani warga pengajian di masjid. Juga dipercaya warga mengurus dua kali shalat Idul Fitri dan Idul Adha tahun 2014-2015. Idul Adha yang kedua sangat istimewa karena Masjid Al-Falah mengundang Cak Nun dan Mbak Novia.

Selama dua minggu beliau bersama kami menemui warga Indonesia hingga ke New York, Atlanta, dan Washington DC.

Kampus
Dokumentasi Pribadi

Mas Munjid pernah bercerita, bahwa bisa menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S3 sungguh di luar bayangannya saat kecil. Saat lulus SMP, pikirnya sudah merupakan anugerah yang luar biasa, karena hampir semua keluarganya di Cilacap hanya lulusan SD.

Saudara-saudaranya tidak mampu melanjutkan sekolah karena kondisi ekonomi tidak memungkinkan. Ia bisa masuk SMA atas kerja keras ibunya yang membiayai dari hasil menjahit kutang.

Saat S1 pun pernah terpaksa cuti dua tahun karena kekurangan biaya. Tapi alhamdulillah, berkat doa ibu, ia bahkan bisa menyelesaikan S3 di Temple University, Amerika Serikat.

Sedikit Informasi Tentang Temple University

Temple University terletak di bagian utara kota, sekitar 2,4 kilometer dari pusat kota. Kalau Masjid Al-Falah berada di South Philadelphia, kampus Temple University berlokasi di North Philadelphia. Dari utara ke selatan melalui pusat kota, terbentang jalan utama, yaitu Broad Street sepanjang 21 kilometer.

Kampus
Dokumentasi Pribadi

Jalan itu dibelah oleh Balai Kota di tengah downtown, sehingga menjadi North Broad Street di utara dan South Broad Street di selatan.  Di bawah jalan itu, melajur kereta api bawah tanah atau subway yang dinamakan Broad Street Line yang disingkat BSL. Bila ingin ke kampus naik BSL, cukup turun di stasiun Cecil B. Moore langsung di depan Temple University.

Berdiri di tahun 1888, Temple University merupakan universitas publik yang didanai oleh pemerintah dari uang pajak. Kalau di Indonesia seperti kampus negeri. Terdapat sekitar 17 ‘fakultas’ yang diikuti 40.000 mahasiswa baik sarjana maupun pascasarjana pada tahun 2019.

Menempati area seluas 46 hektar, bangunan kampus ini didominasi arsitektur modern abad 20. Hanya sedikit yang bergaya arsitektur abad 19. Logo Tempel University cukup simpel, hanya garis-garis membentuk huruf T besar dengan warna putih dan merah ceri. Kedua warna itu adalah warna resmi universitas, terutama merah seperti warna buah ceri.

Wisata Kampus sekaligus Wisata Kuliner

Ketika tinggal di Philadelphia, saya sangat sering ke kampus ini. Saya selalu ke perpustakaan utama, lebih tepatnya, di ujung bangunan sisi barat dayanya.

Dokumentasi Pribadi

Nah, di perempatan dekat situ, biasanya di hari kerja menjelang jam makan siang, mangkal sebuah food truck yang menjual nasi kuning lauk ayam atau kambing ala timur tengah yang dilumuri saos putih campuran mayonais, yogurt, dan rempah-rempah. Singkatnya, teman-teman bisa lihat di Instagramnya The Halal Guys.

Yang dijual di pinggir perpustakaan itu sama dengan menunya mereka. Kalau mau nyoba, The Halal Guys sudah buka cabang di beberapa mal di Jakarta. Hehe.

Saya biasanya beli Chicken Over Rice. Harganya kaki lima, dan halal. Rasanya enak menurut standar lidah saya. Cukup 5 dollar sudah dapat air mineral botol dingin. Yang antri biasanya panjang.

Kayaknya, makanan food truck satu itu memang yang terenak. Ada satu food truck di sebelahnya jual menu sama persis dengan harga lebih murah tapi tidak seenak favorit saya itu. Ya tidak ramai, meskipun saat langganan saya tidak jualan.

Nasi kotak lauk ayam itu biasanya saya makan di bangku dekat pintu masuk utama perpustakaan. Usai makan, saya pun pulang, tanpa masuk perpustakaan. Haha.

Bersambung…

Penulis: Jamal Jufree Ahmad