Yoga di Masa Sulit (2)

442
Photo by wee lee on Unsplash
Ilustrasi/Photo by wee lee on Unsplash

Oleh: Yudhi Widdyantoro
(Praktisi Yoga)

Dunia saat ini sangat berharap pada dua hal: vaksin dan solidaritas sosial. Untuk soal vaksin, ruang-ruang laboratorium di Swiss, Israel, China, atau Amerika sudah dipenuhi oleh para ilmuwan yang membuat vaksin untuk mengatasi Covid-19. Kata mereka, hanya vaksin yang bisa menyembuhkan kita dari virus korona. Namun kita juga saksikan, di tengah ketidaktahuan, ketidaksiapan banyak negara, dan kekacauan birokrasi, telah tumbuh solidaritas antar sesama warga.

Sebuah bentuk kesadaran dari warga yang bisa sangat menguatkan sesamanya. Solidaritas itu tampak dari banyaknya inisiatif dari warga, baik individu maupun kelompok, untuk misalnya, membantu melengkapi kelangkaan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis, termasuk juga menyediakan bantuan berupa sembako dan makanan untuk warga yang terdampak korona. Kombinasi antara vaksin dan solidaritas sosial menjadi unsur penting dalam menahan laju wabah agar tidak semakin parah.

Meski begitu, ini tak berarti korona sudah pergi dan kita boleh beraktivitas sesuka hati; pandemic belum berakhir, kita masih perlu memakai masker jika bepergian, menjaga jarak aman dengan orang lain, cuci tangan, cukup tidur, dan makan makanan sehat; persis seperti anjuran WHO. Kita perlu melindungi diri di tengah pandemic ini dengan kesadaran penuh, sebab laju persebaran Covid-19 sangat bergantung pada kondisi tubuh dan bagaimana sikap kita menghadapi situasi pandemi ini.

Bagi praktisi yoga, ada hal lain yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari bahaya korona, yakni olah tubuh, asana dan latihan napas. Ketiganya terbukti efektif membantu jaga imunitas. Latihan olah tubuh ini bisa dilakukan secara berkelompk, walau online, atau sendiri dan menyendiri.

Dunia yoga mengakui adanya sisi esoteris dalam tiap diri manusia, yakni dunia batin yang melengkapi raga. Keduanya perlu dilatih karena pada dasarnya, kita semua adalah homo duplex: mahluk hidup yang senang dengan kebersamaan, sekaligus juga suka dengan kesendirian. Salah satu laku utama dalam yoga adalah meditasi; yang merupakan bentuk dari latihan kesendirian. Meditasi juga berfungsi untuk membantu kita merenungi makna Pratyahara dalam Ashtanga system, marching back, gerak mundur menuju arah berlawanan: ke dalam diri menuju penerangan batin, yang Maha. Kata Rumi, “When the light returns to its source, it takes nothing of what it has illuminated.”