Tulisan Penulis Pemula

290
tulisan
Gambar oleh Dariusz Sankowski dari Pixabay

Menulis sebenarnya bukan hal yang asing bagi sebagian kita. Sejak kecil, pastinya setiap orang ketika duduk di sekolah dasar sudah belajar menulis, membaca dan berhitung. Jadi, sebenarnya menulis sudah biasa dilakukan oleh setiap orang. Seiring dengan perkembangan teknologi, platform media sosial hadir menfasilitasi siapapun untuk menulis.

Perkembangan Teknologi dan Sarana Menulis 

Awal 2000-an, saya baru mengenal handphone. Selain digunakan untuk menelepon, alat komunikasi ini dapat pula mengirimkan pesan singkat, ya lagi-lagi berupa tulisan.

Beranjak ke tahun 2008 saya menjadi ‘aktivis’ dunia maya seiring dengan hadirnya Facebook. Ya, Facebook ibarat sebuah ruang pelampiasan, apapun yang saya rasakan ketika itu, dibuat status.

Banyak tulisan nangkring di Facebook. Dapat dikonsumsi oleh siapa saja yang memiliki akun Facebook. Ada yang positif atau sebaliknya, seperti kata-kata nasihat, keluh kesah, ucapan cinta, hingga saling hujat setiap hari menghiasi dindingnya.

Hingga saat ini Facebook masih menjadi salah satu platform media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Tentu sekarang Facebook lebih keren dari sebelumnya. Banyak fitur tambahan yang bisa dimanfaatkan.

Artikel terkait Menulis, baca Keluarga Ibnu Atsir yang Produktif Menulis.

Awal Mula Menulis dan Terus Memperbaiki Tulisan

Dua tahun berselang, tepatnya 2010. Saya mencoba nulis dengan tulisan yang cukup panjang. Ingat betul, saya menjadikan kenangan ketika di pesantren sebagai sumber inspirasinya.

Ketika kembali membaca tulisan-tulisan itu, kok rasa-rasanya berantakan sekali. Baik dalam kaidah penulisan atau pemilihan diksi tiap kalimatnya.

Komentar seperti ini, sangat mungkin kembali terulang. Ketika membaca tulisan-tulisan yang sekarang dituliskan. Ah… tak mengapa namanya juga penulis pemula. Yang terpenting terus menulis, serta terus memperbaikinya tulisan berikutnya.

Saya bersyukur karena tersadarkan ketika mengikuti webinar yang digagas oleh BPSDM Jawa Barat. Sejak itu, saya bertekad untuk terus mengasah kemampuan menulis. Jika tidak memulai maka tidak akan ada yang dihasilkan. Sebab itu, saya punya target minimal satu minggu satu artikel.

Menulis Menjadi Hobi Baru

Awalnya tuntutan webinar, lama-lama ketagihan untuk menuangkan gagasan dalam tulisan. Sejujurnya, karena webinar itulah, menulis menjadi hobi baru. Terasa sulit mengawali untuk merangkai kata, macet ide ditengah paragraf serta ujian lainnya. Namun, lama-kelamaan terbiasa untuk menjadikan hal apapun sebagai ruang inspirasi.

Akhirnya saya menarik kesimpulan kenapa selama ini tidak memulai untuk menulis. Ya, karena banyak pertimbangan, takut dikritik oleh para pembaca dan sejumlah alasan lainnya sebagai pembenaran.

Saya mengikuti pelatihan menulis serta bergabung dengan komunitas menulis untuk memunculkan kepercayaan diri. Selain itu, saya menyadari betul bahwa tulisan yang saya rangkai masih kurang bagus. Karena itu, saya menyebut tulisan ini merupakan tulisan penulis pemula.

Penulis: Kardiyah, S.Pd