Tiga Kewajiban yang perlu Diperhatikan oleh Setiap Manusia

162
kewajiban
Gambar oleh İbrahim Mücahit Yıldız dari Pixabay

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berusaha menunaikan kewajiban yang berkaitan dengan Tuhannya maupun yang berhubungan dengan sesama manusia.

Kenapa demikian? Alasannya adalah setiap orang islam yang sudah Akil dan baligh wajib melakukan segala hal-hal yang menjadi beban kewajiban yang harus ditunaikan. Hal ini berbeda dengan makhluk-makhluk Allah yang lain tak berkewajiban beribadah.

Baca juga: Buku Penakluk Badai, Biografi KH. Hasyim Asy’ari

Ibnu Hajar Al Haitami dalam kitab Az Zawajir mengutip pendapat Imam Al Baihaqi yang berisi:

ﺛﻼﺙ ﻟﻴﺲ ﻷﺣﺪ ﻣﻦ اﻟﻨﺎﺱ ﻓﻴﻬﻦ ﺭﺧﺼﺔ: ﺑﺮ اﻟﻮاﻟﺪﻳﻦ ﻣﺴﻠﻤﻴﻦ ﻛﺎﻧﺎ ﺃﻭ ﻛﺎﻓﺮﻳﻦ، ﻭاﻟﻮﻓﺎء ﺑﺎﻟﻌﻬﺪ ﻟﻤﺴﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﺃﻭ ﻛﺎﻓﺮا، ﻭﺃﺩاء اﻷﻣﺎﻧﺔ ﺇﻟﻰ ﻣﺴﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﺃﻭ ﻛﺎﻓﺮا

Ada tiga hal yang tak ada sedikitpun keringanan baginya: pertama, berbuat baik kepada kedua orang tua baik sesama muslim maupun non muslim. Kedua, menepati janji kepada seorang baik muslim maupun non muslim. Ketiga, menunaikan amanat kepada sesama muslim atau orang non muslim.

Penjelasan ini menegaskan bahwa ketiga hal di atas merupakan kewajiban yang harus ditunaikan. Kewajiban ini tak pandang bulu kepada siapapun, laki-laki maupun perempuan, orang Islam ataupun tidak, orang kaya ataupun orang yang kurang biaya.

Perintah Berbuat Baik kepada orangtua

Tiada manusia yang terlahir ke dunia ini dalam keadaan sempurna, ia pasti membutuhkan bantuan orang lain terutama kedua orangtuanya yang telah membantu dan menjadi sarana ia bisa terlahir di dunia nyata.

Tanpa jasa orangtua, niscaya seseorang tak akan berhasil dalam berbagai bidang yang ia geluti. Kesuksesan sang anak merupakan anugerah Allah yang diberikan melalui kedua orangtua.

Dari sini, setiap manusia wajib patuh kepada orangtuanya walau berbeda keyakinan atau beda agama. Selagi keduanya Mengajarkan kebaikan maka sang anak wajib mentaatinya.

Hal ini sesuai ayat yang berbunyi:

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(Luqman: 15)

Menepati Janji kepada orang lain

Janji harus ditepati. Perkataan ini mengisyaratkan kepada manusia bahwa janji merupakan kewajiban yang harus diberikan, ditunaikan oleh seseorang.

Kewajiban ini berdasarkan kesepakatan individu maupun golongan. Bila janji tak ditepati maka harga diri seseorang akan jatuh wibawa dan harga dirinya.

Janji diibaratkan seperti hutang yang harus ditunaikan kepada siapapun orangnya baik sesama muslim atau bukan.

Hal ini sesuai ayat yang berbunyi:

وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلَا تَنْقُضُوا الْأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلًا ۚ إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (An Nahl: 91)

Menunaikan Amanat yang Diemban

Amanat memang berat tapi saat seseorang melakukannya step by step maka terasa ringan dan mudah dalam penyelesaiannya.

Amanat bisa berupa keluarga, jabatan maupun titipan yang ia emban baik yang berkaitan dengan Tuhan ataupun kepada sesama manusia.

Begitu berat memang sebuah amanat bila disia-siakan saja, namun bila dirinya selalu belajar dari kekurangan niscaya ia mampu mengembanya.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (An Nisa: 58)

Dari sini, ketiga hal ini sangat penting untuk dilakukan sehingga kehidupan seseorang tak terjadi ketimpangan dalam berbagai sendi kehidupan dikarenakan ia sadar dan tugas dan tujuan hidupnya.

Tulisan ini Pernah dimuat di Masholeh.com
Penulis: Moh Afif Sholeh, M.Ag