Tetap Belajar Agar Tak Ketinggalan Zaman

681
Photo by Husniati Salma on Unsplash

Oleh: Moh Afif Sholeh, M.Ag
(Alumnus Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta)

Manusia memang seorang pembelajar, ia akan mengetahui banyak hal bila selalu belajar dan mengamalkan ilmu yang ia dapatkan. Ada pepatah yang mengatakan:” Buah dari ilmu adalah amal”. Sebanyak apapun ilmu seseorang bila tak dipraktikkan maka akan kurang sempurna.

Dalam hal ini Imam As-Sya’bi memberi petuah yang sangat bijaksana:

“Sesungguhnya orang yang akan mendapatkan ilmu ialah orang yang memenuhi dua kriteria”

Pertama, berakal. Hal ini sangat penting karena dengan adanya akal, manusia mempunyai daya kritis terhadap ilmu yang ia terima, serta mampu merespon segala permasalahan yang ia hadapi dengan bekal akal pikirannya.

Kedua, ibadah merupakan tahap pengaplikasian ilmu yang telah diterima, terutama ilmu akan berkembang jika diamalkan, serta semakin bertambah ilmu seseorang akan semakin lebih mengenal tentang dirinya, sehingga ia menjadi manusia yang tak sombong, baik terhadap lingkungannya.

Dari sini umat Islam dituntut untuk selalu belajar, menambah wawasan agar terbuka cakrawala serta mampu merespon perubahan zaman.

Setiap muslim dan muslimah berkewajiban untuk selalu belajar terutama akan hal-hal yang menjadikan sahnya dalam urusan ibadah kepada Allah SWT. Untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat harus berusaha untuk bersungguh-sungguh dalam belajar terutama dengan niat yang benar dan dipraktekkan dalam kehidupan disertai doa yang maksimal akan diberkahi ilmu yang telah didapatkan.

Salah satu doa yang dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW agar diberikan ilmu yang bermanfaat adalah seperti dalam Hadis yang diriwayatkan sahabat Abi Hurairah:

عن أبي هريرة قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَقُولُ: “اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وأَعُوذُ بالله مِنْ حالِ أهْلِ النّارِ

Artinya:

“Diriwayatkan dari Abi Hurairah, ia berkata: bahwa Rasulullah berdoa: “Ya Allah berikanlah kemanfaatan ilmu yang telah engkau ajarkan kepadaku dan ajarkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat bagi diriku serta tambahkanlah selalu ilmu kepadaku, segala puji bagi Allah atas segala hal dan aku minta perlindungan kepada Allah dari ahli neraka,” (HR. Imam Ibnu Majah, Imam Turmudzi, Imam Hakim)

Imam Al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa Nabi meminta agar diberikan ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu yang diamalkan dengan tujuan mencari Ridha Allah karena hal itu sebagai sarana bertambahnya ilmu yang bermanfaat, dari sini jelas bahwa para Rasul tidaklah diperintahkan untuk melakukan sesuatu kecuali untuk tujuan untuk ilmu. Dalam doa diatas menyimpan banyak hal terutama berkaitan dengan ilmu dan neraka, kenapa demikian? Karena banyak orang yang mengerti ilmu tapi tak mau mengamalkannya sehingga akan diancam api neraka, maka dari itu amalkan ilmu walau sebatas kemampuan kita.

Dalam kitab Matan Zubad karya Syekh Ibnu Rislan disebutkan:

فَعَالِمٌ بِعِلْمِهِ لَمْ يَعْمَلَنْ … مُعَذَّبٌ مِنْ قَبْلِ عُبَّادِ اْلوَثَنِ

“Orang yang alim yang tak mau mengamalkan ilmunya akan disiksa terlebih dahulu sebelum orang yang menyembah berhala.”

Maka sebaiknya kita mengamalkan ilmu sebatas kemampuan serta selalu meminta diberikan bertambah ilmu yang bermanfaat sehingga kita akan selamat dunia sampai akhirat.