Sudahkah Kita Termasuk Golongan Ahlul Hidayah ?

213
Sudahkah Kita Termasuk Golongan Ahlul Hidayah ?
Photo by Aaron Burden on Unsplash Customizable templates make it easy to build your website on Squarespace.

Manusia merupakan hamba Allah, maka sewajarnya tugas seorang hamba adalah menghamba kepada penciptaNYa. Akan tetapi, dalam kenyataannya tidak semua hamba diberi kesempatan oleh-Nya  dan termasuk menjalankan tugas seorang hamba sebagaimana mestinya.

Hanya mereka yang dipilih oleh Allah dengan dibukakan pintu hidayah sehingga mampu menjadi hamba yang paripurna, mereka inilah yang tergolong sebagai Ahlul Hidayah (golongan yang mendapat petunjuk dari Allah).

Baca juga: Kenapa Ilmu Seseorang Tak Berkah ? Ini Alasannya

Maka sungguh sangat beruntung bagi mereka yang mendapatkan nikmat sebagai Ahlul hidayah yang apabila bumi dan seisinya dijadikan permata, tak akan mampu menggantikan nilai hidayah yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pernyataan diatas bukan tanpa dasar, mengingat dalam Al-Qur’an Allah berfirman :

 إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ

“Sesungguhnya engkau wahai Muhammad tidak akan dapat memberikan hidayah kepada seorang yang engkau kasihi, akan tetapi Allah lah yang mampu memberikan hidayah kepada orang yang Dia kehendaki”

Asbabun Nuzul ayat diatas adalah tatkala peristiwa dimana paman nabi Abu Tholib menghadapi ajalnya.

Diatas pembaringan, Nabi mendamingi Abu Tholib seraya menyeru kepadanya untuk mengucapkan syahadat sebelum ajal menjemputnya. Namun singkat cerita hingga ajalpun tiba, Abu tholib tak kuasa mengucapkannya.

Dari sini bisa kita ambil ibroh bahwa hidayah merupakan hak preogatif Allah, dimana manusia semulia Nabi Muhammad pun tak bisa menghadiahkan hidayah kepada mereka yang di cintainya. Karena tugas nabi hanyalah menyampaikan pesan Allah dan memberi peringatan semata.

انما أنت منذر ولكل قوم هاد

” Sesunggunya engkau Muhammad hanyalah pemberi peringatan, dan bagi tiap-tiap qoum ada dzat yang memberi hidayah” (Ar Ra’d 13)

Meskipun secara konseptual hidayah merupakan hak preogatif Allah yang tak bisa di intervensi, akan tetapi manusia tidak diperkenankan untuk bersikap pesimis dan fatalis.

Manusia tetap dituntut untuk mencari jalan yang membawa mereka kepada hidayah Allah.

الهداية من الله و الاسباب من العباد

“Hidayah memang datangnya dari Allah akan tetapi sebab-sebab hidayah dapat diusahakan oleh manusia”.

Hidayah dapat bertahta dalam hati seorang hamba jika mereka mau mencari dan menapaki jalan sebab hidayah-Nya.

Pun sebaliknya hidayah dapat hilang dari hati seorang hamba jika hidayah itu tidak dijaga dengan melakukan hal-hal yang dilarang oleh-Nya.

Sebab-sebab menjadi Ahlul Hidayah

Pertama, hal yang paling fundamen dalam mendapatkan hidayah adalah dengan cara mengikuti petunjuk dan ridho Allah.

يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

“Dengan kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridhoan-Nya menuju jalan keselamatan, dan dengan itu Allah mengeluarkan orang dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan Allah akan menunjukkan ke jalan yang lurus” (Q,S Al-Maidah 16)

Kedua, bergaul dengan orang yang kita yakini sebagai pribadi yang berada di jalan yang lurus seperti para alim ulama dan habaib dengan harapan dituntun dan berakhlak seperti mereka.

اهدنا الصراط المستقيم صراط الذين أنعمت عليهم

“Tunjukanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya” (Q,S Al-Fatihah 5-6)

Ketiga, slalu melatih diri mengingat Allah dengan memperbanyak berdzikir kepada-Nya.

يا أيها لذين امنوا اذكروا الله ذكرا كثيرا

“Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya”. (Q,S Al-Ahzab 41)

Semoga Allah senantiasa menjadikan kita termasuk golongan Ahlul Hidayah yang dirahmati dan dilindungi-Nya dari segala cobaan.
Wallahu A’lam bis Showab.

Penulis: Umam Annahar