Refleksi Satu Muharram di Tengah Pandemi

160
Refleksi Satu Muharram di Tengah Pandemi
Photo by Fahrul Azmi on Unsplash

Satu Muharram merupakan penanda di mulainya tahun baru bagi umat Islam. Dimana dalam sistem kalender Islam atau sering disebut kalender hijriyyah yang memiliki konsep perhitungan berdasarkan sistem lunar atau didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi.

Kebutuhan manusia akan pembagian dan penentuan waktu dengan memanfaatkan regularitas kosmos, menjadi tanda bahwa manusia merupakan makhluk yang dianugerahi oleh Allah dengan intelegensitas yang tinggi.

Sistem penanggalan atau kalender juga berkaitan erat dengan peradaban manusia, karena hanya merekalah yang memiliki peradaban tinggi yang memiliki sistem penanggalannya sendiri.

Salah satunya adalah umat muslim dengan sistem penanggalan hijriyyahnya dengan mengawali perhitungan tahun berdasarkan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad.

Asyhurul Khurum

Dalam Islam, Bulan muharram merupakan bulan yang memiliki berbagai keutamaan dan keberkahan serta merupakan salah satu dari asyhurul khurum (beberapa bulan yang di hormati).

Allah berfirman :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ) التوبة : 36 (

“Sesungguhnya hitungan bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantara (dua belas bulan) merupakan empat yang dimuliakan, itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu sendiri dibulan itu” Q.S Attaibah 36.

Ibnu Katsir memberikan penjelasan bahwa Allah memiliki tradisi pilihan yang utama dalam berbagai hal, misalnya dari banyaknya manusia Allah memilih beberapa menjadi utusan-Nya,

memilih dzikir dari banyaknya ucapan manusia, memilih hari Jumat dari beberapa hari yang ada, memilih malam lailaitul qodar dari jumlah malam-malam yang di cipta-Nya, dan dari beberapa bulan Allah memilih beberapa yang mulia diantaranya,

Baca juga: Sudahkah Kita Termasuk Golongan Ahlul Hidayah ?

maka muliakanlah apa yang oleh Allah telah muliakan, karena hanya mereka yang memiliki pemahaman mendalam dan akal yang jernih yang dapat memuliakan apa yang dimuliakan-Nya sehingga menjadikan mereka mulia di Sisi-Nya.

Dalam beberapa keterangan disebutkan bahwa dalam konteks memuliakan bulan muharram, Allah melarang umat muslim untuk tidak melakukan peperangan.

Peperangan disini bisa juga kita interpretasikan secara luas, bukan hanya perang secara fisik saja, misalnya perang komentar untuk saling menyalahkan atas pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda, rakyat menyalahkan pemerintah, pemerintah menyalahkan rakyat.

Lebih tepatnya mari kita jadikan momen satu Muharram untuk menyatukan tekad dan kerukunan untuk saling menjaga sesama umat manusia.

Wallahu a’lam bis showab….

Penulis: Umam Annahar